PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang menyayangkan lapangan basket di Alun-alun Pandeglang disewakan untuk tempat komedi putar. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Cabang HMI Pandeglang, Entis Sumantri yang mengetahui penggunaan lapangan basket di Alun-alun Pandeglang untuk komedi putar dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pandeglang ke-150 tahun.
Menurut Entis, lapangan basket dan taman Alun-alun Pandeglang itu merupakan fasilitas umum.
“Akan merusak jika digunakan untuk permainan komedi putar,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 15 Maret 2024.
Tayo menegaskan, penggunaan lapangan basket untuk komedi putar itu sudah melanggar Perda Kebersihan Keindahan dan Ketertiban (K3) Nomor 4 Tahun 2008. Serta dinilai mengabaikan instruksi Bupati Pandeglang yang dengan tegas melarang digunakan untuk kegiatan para pedagang dan komedi putar.
“Namun faktanya saat ini lapangan basket Alun-alun Pandeglang digunakan untuk komedi putar,” katanya.
Tayo menilai, keberadaan permainan komedi putar ini diduga telah mencederai industri kreatif lokal yang ada di Pandeglang. Apalagi dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Pandeglang.
“Harusnya HUT ini fokus kepada kepentingan brand-brand lokal di Kabupaten Pandeglang. Bukan malah sebaliknya industri kreatif luar di genjot masuk,” katanya.
Lebih lanjut Tayo mengungkapkan, HUT Pandeglang tahun ini momentumnya tepat pada bulan suci Ramadan.
“Seharusnya ini menjadi ajang berbaur bagi brand-brand lokal. UMKM Lokal dan para pelaku usaha lokal lainya yang ada di Kabupaten Pandeglang agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Pandeglang,” katanya.
HMI Pandeglang berharap pemerintah daerah khususnya panitia penyelenggara kegiatan HUT dapat merangkul semua elemen, baik pemerhati publik, Ormas, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan (OKP) Pandeglang. Serta para aktivis, dan elemen lainnya yang ada di Kabupaten Pandeglang.
“Semoga Pemda dan Pantia HUT Pandeglang bisa merangkul semua kalangan karena ini bagian dari lahirnya tanah tercinta Pandeglang,” katanya.
Salah satu pengusaha asal Pandeglang Chandra mengaku, kecewa dengan adanya pihak perusahaan lain diizinkan menggunakan Alun-alun Pandeglang untuk permainan komedi putar.
“Sebelumnya saya sudah mengajukan izin sewa lahan alun-alun kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang. Namun ditolak dengan alasan itu hanya digunakan untuk perayaan hari-hari besar saja,” katanya.
Akan tetapi, kenyataannya sekarang ini masuk dari perusahaan lain dan langsung mendapatkan izin sewa.
“Padahal saya juga sama-sama bersedia untuk bayar sewa sesuai Perda. Tentu saya kecewa karena jauh hari mengajukan tapi tak diberi dengan alasan ini dan itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang Ratu Tanti Darmiasih belum bisa dimintai keterangan. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya dalam kondisi aktif tapi tidak diangkat.
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Aditya











