PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Intensitas curah hujan tinggi, air Sungai Cilemer meluap memasuki permukiman warga akibatnya di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang diterjang banjir.
Dalam banjir itu, Kepala Desa Idaman, Ilman menerjang luapan banjir yang ketinggiannya di kisaran 80 centimeter dengan menggunakan perahu rakit dari batang pisang.
Kepala Desa Idaman, Ilman mengungkapkan, bahwa menggunakan perahu rakit dari gedebog pisang (batang pisang) sengaja dibuat untuk melewati luapan banjir.
“Kalau perahu karet ada sebetulnya di rumah untuk persiapan evakuasi, cuman kan belum ada yang membutuhkan untuk dievakuasi, kalau ketinggian kisaran 70 sampai 80 centimeter ya paling sepinggang orang dewasa,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 17 Maret 2024.
Ia mengatakan, bahkan warga pun sering menggunakan batang pisang ketika banjir menerjang permukimannya. Karena perahu bantuan dari pemerintah tak mencukupi kapasitasnya.
“Iya ini sengaja dibuat kalau ada banjir langsung nebang pohon pisang untuk dijadikan perahu rakit, yah seperti buat belanja ke warung dan ke tetangga,” ucapnya.
Ia melanjutkan, banjir ini terjadi sejak hari kemarin sampai saat ini, banjir itu terjadi karena curah hujan yang tinggi, alhasil banjir pun merendam permukiman warga tersebut.
Ia menyampaikan, ia menerjang luapan banjir itu sembari mengontrol warga dan sekaligus memberikan imbauan kepada warganya agar untuk memindahkan barang berharganya agar tidak terkena air banjir tersebut.
“Sekarang saya lagi menyusuri banjir pakai perahu rakit dari batang pisang sambil mengecek warga saya yang terdampak banjir, sekalian memberi imbauan untuk memperhatikan surat penting agar tidak terendam,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











