PEMKAB Serang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menilai kehadiran sosok wanita menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan pencegahan hingga penanggulangan kebencanaan di daerah.
Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku sangat terbantu dan memberikan apresiasi tinggi terhadap wanita-wanita tangguh di tubuh BPBD yang aktif melakukan sosialisasi dan pencegahan bencana sehingga terbentuk keluarga tangguh bencana di masyarakat.

Para mengakui jika itu wanita tangguh di BPBD yang disebutnya sebagai Srikandi BPBD tak kenal lelah, bekerja keras, serta rela berkorban demi mengutamakan keselamatan masyarakat.
Para Srikandi BPBD ini juga terus meningkatkan kualitas SDM, yang difokuskan pada tugas menyosialisasikan perihal pentingnya pencegahan kebencanaan kepada masyarakat, guna menciptakan Keluarga Tangguh Bencana.
“Keluarga Tangguh Bencana itu adalah keluarga yang mampu memahami situasi kondisi lingkungannya, mitigasi bencana dimulai dari keluarga,” kata Nana.
Anggota keluarga Tangguh bencana seperti ayah, ibu dan anak, kata Nana, memahami ancaman-ancaman apa yang ada di lingkungan rumah, seperti ancaman bencana kebakaran jika berada di lingkungan padat penduduk, ancaman pohon tumbang, ancaman tanah longsor jika berada di perbukitan termasuk mitigasi bencana tsunami di wilayah pesisir pantai. Melalui cara itu, Pengurangan Risiko Bencana (PRB) bisa dilakukan oleh masyarakat
Konsep pencegahan kebencanaan oleh Srikandi BPBD ini, kata Nana, merupakan salah satu strategi BPBD untuk terus mengurangi jumlah kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Serang yang rata-rata bencana per tahunnya bisa mencapai 412 kali. Namun karena manajemen disaster BPBD yang sudah mumpuni, maka dampak dari kebencanaan itu tidak terlalu fatal.
“Karena kita dengan cepat tanggap langsung melakukan penanganan, hingga melakukan pelayanan secara maksimal sesuai arahan Ibu Bupati Serang,” ungkapnya.
Sementara itu,.ada tiga sosok Wanita Tangguh yang mewakili keseluruhan sosok wanita di BPBD yang menjadi Srikandi, yakni Wartini (Kasubag Umum Kepegawaian) Nurnaningsi Yahya (Kepala Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi), dan Aini Shamsiyah (Fasilitas Daerah di bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana)
Kasubag Umum Kepegawaian BPBD Kabupaten Serang Wartini bercerita, di BPBD ada banyak Wanita Tangguh yang hanya dari segi jenis kelaminnya saja perempuan, namun dari segi kemampuan bekerja tak kalah dengan laki-laki. Seperti di bidang Pemadam Kebakaran, terdapat tim Srikandi yang juga siap melaksanakan tugas 24 jam dengan segala risiko, rela meninggalkan kodratnya sebagai perempuan sekaligus ibu rumah tangga, demi melaksanakan tugas mulia.

“Mau siang atau pun malam, ketika ada kejadian bencana yang mewajibkan kita hadir, kita sebagai Perempuan akan melaksanakan tugas itu dengan maksimal dengan terjun langsung ke lokasi menemui masyarakat korban bencana,” ujarnya.
Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bencana kepada masyarakat pun dilakukan oleh Wanita Tangguh di BPBD. Termasuk menyiapkan personel BPBD untuk mengikuti pelatihan-pelatihan baik di tingkat provinsi maupun nasional, sehingga para personel sekarang sudah memiliki sertifikasi. Bahkan banyak anggota BPBD yang sudah menjadi tim instruktur di berbagai wilayah di Indonesia seperti di Jakarta, Papua, hingga NTB.
Fasilitas Daerah di Bidang Pencegahan BPBD Kabupaten Serang Aini Shamsiyah pun mengaku, tantangan terberat bagi seorang ibu rumah ialah ketika harus mampu mengesampingkan urusan pribadi dan keluarga, demi menjalankan tugas kemanusiaan.
Dirinya harus selalu siap siaga kapanpun dan di mana pun untuk memberikan pelatihan penguatan dasar-dasar agar masyarakat mengerti dan paham terkait pencegahan dan penanganan kebencanaan.
“Hasilnya sekarang masyarakat Kabupaten Serang, terutama ibu-ibu di wilayah pesisir pantai sudah cerdas dan terlatih terkait apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, maupun tindakan yang dilakukan untuk meminimalisir korban bencana,” ungkapnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi Nurnaningsi Yahya menambahkan, BPBD wajib melakukan sosialisasi pencegahan, rehabilitasi dan kesiapsiagan agar terbentuk masyarakat yang siap menghadapi bencana, yang saat ini di Kabupaten Serang sudah memilki Keluarga Tangguh Bencana, Desa Tangguh Bencana hingga Sekolah Tangguh Bencana.
Ketiga element itu, kata Nurnaningsi, akan berkolaborasi dengan Bidang Kesiapsiagaan yang memilki humas dan Pusat Pengolah Data dan Informasi (Pusdalops), serta memilki Pos SAR di Pantai Anyer sebagai daerah rawan bencana yang sudah terpetakan.
Kemudian juga koordinasi dengan Bidang Pemadaman Kebakaran yang nantinya akan diasesmen oleh Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi.
“Jadi kita tidak hanya bertugas saat terjadi bencana saja, tetapi juga pasca bencana seperti melakukan Trauma Healing kepada Masyarakat di lokasi bencana, serta berkoordinasi dengan dinas terkait maupun industri-industri yang bisa memenuhi kebutuhan Masyarakat,” ungkapnya.
Nurningsi menilai, figur wanita di BPBD Kabupaten Serang bukan hanya berperan sebagai pengolah administrasi saja, tetapi juga harus mampu bekerja 24 dan selalu siap siaga. (Advertorial)











