KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya BSD menciptakan pembangkit listrik tenaga angin dan air dengan kapasitas hingga ratusan ribu watt.
Tajuddin Nur, salah satu dosen pembimbing Unika Atma Jaya mengatakan, dirinya bersama mahasiswanya saat ini tengah melakukan ekperimen dalam membuat pembangkit listrik menggunakan tenaga angin dan air.
Eksperimen tersebut sambil menunggu pasaran yang pas, karena menyangkut investasi.
“Saat ini kami sedang membuat pembangkit listrik tenaga angin dan air skala kecil. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada masyarakat yang pesan dengan kapasitas besar wattnya, kami juga akan buatkan,” ujar Tajuddin, Kamis 2 April 2024.
Dijelaskan Tajuddin, jika ada pemesan, proses pembuatan pembangkit listrik tenaga angin diperkirakan akan memakan waktu sekitar tujuh bulanan. “Atau paling siap pakai membutuhkan waktu satu tahun,” katanya.
Dirinya juga mengungkapkan, jika industri menggunakan pembangkit listrik tenaga angin seperti ini dipastikan akan menguntungkan. Pasalnya, dengan teknologi pembangkit listrik tenaga angin ini dipastikan tidak menimbulkan polusi asap.
“Dan pembangkit listrik tenaga angin ini bisa digunakan di pedesaan. Dimana masyarakat yang belum teraliri listrik bisa menggunakan pembangkit listrik tenaga angin seperti ini,” ungkapnya.
Tajuddin menambakan, jika ada masyarakat yang menginginkan dibuatkan pembangkit listrik tenaga angin dan air, dirinya beserta mahasiswanya siap membuatkan sesuai kebutuhan pemesan.
“Dan kami bisa membuatkan pembangkit listrik tenaga angin ini dengan kapasitas ribuan hingga ratusan ribu watt,” pungkasnya.











