SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Menjelang lebaran Idul Adha, kenaikan harga telur ayam ras di Kota Serang dikeluhkan oleh para pedagang dan juga pembeli.
Soalnya, telur ayam ras dianggap cukup dibutuhkan untuk melengkapi masakan ketika menghadapi lebaran Idul Adha 1445 H.
Eri (40) penjual telur ayam ras di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mengaku, kenaikan harga telur ayam ras sudah terjadu sejak lebih dari satu pekan lalu.
Menurutnya, saat ini harga telur ayam ras untuk per kilonya di kisaran harga Rp29 ribu. Sementara untuk satu petinya di kisaran harga Rp415 ribu.
“Ini udah satu minggu lebih sih naiknya. Kita jual kalau per peti Rp415 ribu. Kalau eceran Rp29 ribu per kilogramnya,” ujar Eri saat ditemui di kiosnya, Jumat 17 Mei 2024.
Eri mengaku, sebelum terjadi kenaikan, harga telur ayam ras dijual dikisaran harga Rp26 ribu per kilogramnya.
“Ini baru satu minggu lebih. Kalau normalnya paling Rp25-26 ribu, ini masih tinggi harga telurnya,” katanya.
Menurutnya, harga tersebut terbilang cukup mahal dibandingkan pada sebelum hari raya Idul Fitri 1445 H kemarin. Kenaikan harga telur ayam ras itu, menurutnya akibat dari mahalnya pakan.
“Mungkin karena pakan biasanya yang mahal. Harapannya supaya bisa stabil kaya kemarin-kemarin agar ibu-ibu tidak komplain,” tuturnya.
Akibat ada kenaikan itu, Eri mengaku penjualannya menurun drastis. Biasanya, dalam satu hari Eri bisa menghabiskan 5 ton telur ayam ras. Setelah ada kenaikan, Eri harus menjual selama 2-3 hari untuk menghabiskan 5 ton telur ayam ras.
“Ini ngaruh ke penjualan. Biasanya satu hari itu satu mobil isi 5 ton habisnya, kalau ini bisa dua sampai tiga hari habisnya untuk segitu,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pembeli di kios Eri yakni Sumi (37) mengaku, kenaikan harga telur ayam ras saat ini terbilang cukup menyulitkan masyarakat.
Terlebih lagi, telur dianggap masih dibutuhkan untuk melengkapi masakannya menjelang Idul Adha. Soalnya, kegiatan memasak jelang Idul Adha merupakan kebiasaan dari masyarakat Kota Serang.
“Iya sulitin masyarakat kalau naik begini mah. Apa lagi ini mau Idul Adha, kan biasanya ibu-ibu di sini mah suka pada masak, telur itu biasa buat pelengkap bahan masakan,” kata Sumi.
Sumi berharap, kenaikan harga telur ayam ras itu tidak terlalu berlarut lama, dan Pemerintah Daerah bisa mengatasi permasalahan itu.
“Kalau kami sebagai ibu-ibu mintanya ya jangan lama-lama naiknya ini. Pemerintah juga harus bisa ngatasin masalah ini,” ujarnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











