SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengklaim inflasi di Provinsi Banten cukup terkendali. Bahkan pasokan dan persediaan barang juga terjaga serta harga masih terjangkau oleh masyarakat. Meskipun begitu, pihaknya akan terus menggiatkan langkah-langkah seperti pasar murah, menanam dan lainnya.
Bahkan, Al menguraikan, ada sembilan langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Pertama, melakukan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia. Kedua, melaksanakan rapat teknis tim pengendalian inflasi daerah. Ketiga, menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting. Kemudian, melaksanakan Pencanangan gerakan menanam.
Kelima, lanjut Al, melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait. Keenam, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang. Selanjutnya, berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan.
“Kedelapan, merealisasikan BTT (Belanja Tak Terduga-red) untuk dukungan pengendalian inflasi, serta terakhir memberikan bantuan transportasi dari APBD,” ujar Al usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi secara daring di gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Senin, 20 Mei 2024. Rapat tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Tomsi Tohir
“Secara umum, berdasarkan laporan kementerian dan lembaga terkait, beras ada kecenderungan turun. Termasuk juga di Provinsi Banten,” ujarnya. Beberapa komoditi yang masih perlu disikapi secara sungguh-sungguh seperti cabai dengan variannya, daging ayam ras, bawang merah, dan bawang putih. “Telur sudah cukup baik,” terang Al.
Untuk bawang merah, ia pihaknya menguatkan hubungan antar daerah. “Kabupaten Pandeglang yang termasuk tinggi, kita akan berkonsentrasi untuk mengambil langkah-langkah teknis. Begitu juga dengan Kota Serang dan Kota Cilegon,” jelas Al.
Kata dia, pihaknya perlu untuk konsentrasi mengendalikan inflasi mingguan dan bulanan yang pada akhirnya nanti berdampak pada year on year. “Untuk penggunaan BTT belum kita pergunakan karena dengan instrumen umum biasa kita masih melakukan langkah-langkah teknis,” terangnya.
Al mengaku dirinya akan turun ke lapangan terkait perkembangan agenda tanam cabai di Kabupaten Serang, bawang merah di Kabupaten Pandeglang, serta sentra produksi lainnya. Termasuk mengecek ketersediaan barang di pasar-pasar tradisional.
Menurutnya, dengan kondisi cuaca yang mendukung, seharusnya produksi komoditas pangan yang berkontribusi pada inflasi tidak terganggu. “Alam kita sangat mendukung. Nanti kita ke lapangan hambatan apa yang terjadi,” tegasnya.
Kata dia, secara umum masyarakat masih berjalan dengan baik dan tidak ada kekurangan komoditi dan harga masih terjangkau oleh masyarakat. “Menandakan rantai ekonomi berjalan dengan baik,” pungkas Al.
Sementara, dalam rapat pimpinan, Plh Sekda Provinsi Banten Virgojanti memberi arahan kepada OPD terkait untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan OPD di pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan pengendalian inflasi. “Terutama dalam gerakan tanam, implementasi HPP gabah, pasokan beras, daging ayam, bawang putih, hingga bawang merah,” ujarnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











