SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ratu Tani mencanangkan program pola tanam Indeks Pertanaman (IP) 400 yang dilaksanakan di Desa Kebonratu, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang.
Melalui pencanangan IP 400 tersebut, para petani yang ada di Desa Kebonratu tersebut mampu melakukan penanaman sekaligus panen selama empat kali dalam satu tahun.
Pencanangan program IP 400 tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan di tengah semakin menyempitnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan.
Selain itu, dengan pencanangan program tersebut dipastikan mampu meningkatkan perekonomian petani lantaran dapat melaksanakan panen sebanyak 4 kali dalam satu tahunnya.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Banten, Ismatul Hidayah, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, serta Danramil 0602-10/Pontang Kapten Inf Sevianus Elvis.
Ketua Gapoktan Ratu Tani, Nurul Ulum mengatakan, semakin menyempitnya lahan pertanian tentunya berpotensi terjadinya krisis pangan. Hal itu tentunya harus diantisipasi dengan langkah-langkah yang konkret, salah satunya ialah upaya IP 400, yang dilaksanakan di Desa Kebonratu ini.
“Sudah semakin sempit lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, kami ambil bagian dalam hal ini untuk dapat mengambil kontribusi nyata kepada pemerintah tentunya sebagai petani agar keberlangsungan ketahanan pangan di Kabupaten Serang atau di Indonesia dengan ip 400. Karena ini diyakini bisa memproduksi lebih banyak padi, sehingga kerawanan pangan bisa dicegah dengan itu,” katanya, Rabu 5 Januari 2024.
Nantinya untuk tahap awal pencanangan program IP 400 di Kebonratu, ada sebanyak satu kelompok tani yang terlibat dengan luas pertanian mencapai 15-20 hektare.
“Di Kebonratu ada enam kelompok tani, tapi yang terlibat dalam pencanangan ini baru satu kelompok tani yaitu Kelompok Tani Sukatani. Ini pencanangannya sudah ada sekitar 15 hektare untuk melaksanakan program IP 400. Efektifnya di bukan Oktober,” tegasnya.
Ia menjelaskan ada sejumlah upaya yang dilakukan untuk mewujudkan program IP 400 di desa Kebonratu. Mulai dari mekanisasi sejak masa pengolahan tanah hingga panen, peningkatan kualitas SDM, hingga penyediaan benih yang super genjah, dimana mampu panen setelah 90 hari setelah tanam (HST).
“Karena memang idealnya di IP 400 ini kita menggunakan mekanisasi sejak pengolahan tanah hingga masa panen. Lalu untuk bibit idealnya memang harus menggunakan bibit atau varietas yang super genjah ” tegasnya.
Menurutnya, dalam penerapan pola IP 400 ini, pihaknya masih terkendala mulai dari ketersediaan alat-alat pertanian, hingga ketersediaan bibit yang super genjah. Untuk menunjang program tersebut, pihaknya sementara dibantu oleh pihak ke tiga untuk mekanisasi alat-alat pertaniannya.
“Saya pikir kalau tanamnya dengan manual tidak akan terwujud, kecuali dengan satu-satunya cara agar terwujud, adanya SDM, adanya benih yang super genjah, adanya faktor penunjang yaitu alsintan, saya pikir itu. Alhamdulillah untuk benihnya kita akan dapat dari BPSIP Banten,” tegasnya.
Nantinya di bulan Oktober, ada kurang lebih sekitar 20-30 hektare sawah di Desa Kebonratu yang akan siap menjalankan program tersebut. Ia pun berharap nantinya pemerintah daerah mampu membantu khususnya dalam penyediaan mekanisasi pertanian untuk para petani.
“Harapannya dari pemerintah terkait bisa menyiapkan untuk mekanisasi ke depan. Karena kita dituntut itu,” tegasnya.
Sementara itu, BPSIP Banten, Ismatul Hidayah mengaku, pihaknya akan menyediakan benih yang super genjah untuk menunjang program IP 400 yang dicanangkan di Desa Kebonratu tersebut.
“Kalau sekarang mungkin belum ada, tapi nanti di Bulan Oktober nanti sudah siap, ada beberapa varietas kami yang masuk super genjah supaya bisa tanam 4 kali dan panen empat kali. Salah satunya ialah yang kami punya itu bio salin 2,” katanya.
Meskipun bibit tersebut diperuntukkan untuk lahan salin, namun ia mengaku jika jenis tersebut bisa juga ditanam di lahan non salin dan dapat tumbuh dengan baik. “Dia bisa tumbuh dengan baik, nah untuk umurnya hanya 90 hari setelah tanam,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











