CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-DPD Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Kota Cilegon memperpanjang pembukaan penjaringan pendaftaran Bakal Calon (Bacalon) Walikota Cilegon dan Wakil Walikota Cilegon.
Seperti diketahui, Partai Gelora Kota Cilegon telah membuka penjaringan pendaftaran Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon di Pilkada Kota 2024 pada 1 sampai 7 Juni 2024.
Alhasil, dari waktu yang ditentukan itu, terdapat tiga kandidat yang sudah mendaftar. Diantaranya, Politisi Partai Golkar Isro Mi’raj, Politisi PAN Alawi Mahmud, dan Politisi NasDem Muhibudin.
Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon pada DPD Parta Gelora Indonesia Cilegon, Erza Erdiansyah mengatakan, diperpanjangnya penjaringan pendaftaran Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan kepada kandidat lain agar dapat mengikuti penjaringan di Partai Gelora.
“Karena kami terus membuka ruang komunikasi dengan sejumlah partai politik di Kota Cilegon dan memberi kesempatan kepada kandidat lainnya supaya bisa ikut penjaringan di Gelora,” katanya saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Senin 10 Juni 2024.
Dari perpanjangan penjaringan tersebut, Partai Gelora Kota Cilegon kembali menerima tokoh politik dari pengurus DPC PPP Kota Cilegon Diana Ayu Farhah pada Sabtu 8 Juni 2024 yang berniat mendaftarkan kadernya sebagai Bacalon Walikota Cilegon pada Pilkada Kota Cilegon 2024.
Diana Ayu Farhah, mengambil langsung formulir pendaftaran Bacalon Walikota Cilegon didampingi sejumlah Caleg terpilih lainnya dari partai berlambang Ka’bah itu.
Dengan demikian, lanjut Erza, sudah ada empat Bacalon Walikota Cilegon yang mendaftarkan diri pada Partai Gelora Indonesia Kota Cilegon.
“Total sudah empat orang yang mendaftar di partai kami, harapannya tanggal 12 nanti sudah selesai dan bisa fokus pembedahan visi misi dihadapan masyarakat,” ucap Erza.
Erza menjelaskan, keputusan siapa yang nanti akan mendapatkan rekomendasi dari partainya itu setelah semua calon menyampaikannya visi misi di hadapan masyarakat. Ini sebabnya, Partai Gelora Indonesia menginginkan pemimpin yang mampu bekerja membawa kepentingan rakyat.
“Kami menginginkan pemimpin sesuai dengan keinginan rakyat, jadi tidak hanya jualan gagasan. Tapi mampu mengemban amanah rakyat, karena rakyat adalah pemimpin tertinggi dari konstitusi,” terangnya.
Ia menambahkan, rencana bedah visi misi di hadapan masyarakat Cilegon itu sebagai pertimbangan bahwa siapapun yang akan diusung oleh Partai Gelora Indonesia merupakan pilihan rakyat.
“Kami ingin menghadirkan calon yang memang paham apa yang dibutuhkan masyarakat, jadi ketika nanti terpilih bukan baru berfikir mau dibawa kemana Kota Cilegon, atau cuma calon yang mengumbar jargon saja tapi enggak tau harus berbuat apa untuk melindungi kepentingan masyarakat Cilegon,” pungkasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: AGung S Pambudi











