SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perkelahian antar remaja dan geng motor marak terjadi di wilayah Provinsi Banten. Kondisi ini sudah meresahkan dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Banten, Irjen Pol Abdul Karim, di sela-sela acara Seminar Strategi Polda Banten untuk Mengelola Bonus Demografi Dalam Rangka Pemeliharaan Kamtibmas dan Pilkada 2024 di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis siang, 13 Juni 2024.
Hadir dalam acara tersebut, Pj Gubernur Banten, Muktabar; Wakajati Banten, Yuni Daru Winarsih; Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Fierman Sjafirial Agustus; akademisi Untirta, Dadang Herli; PJU Polda Banten; dan personel Polda Banten dan jajaran.
“Bagi saya ini sudah meresahkan (perkelahian remaja dan geng motor),” ujar Kapolda kepada wartawan.
Kapolda mengatakan, banyak tingkat kejahatan dan potensi kerawanan yang ada di wilayah hukumnya. Untuk mencegahnya, kepolisian melakukan patroli dan sambang bhabinkamtibmas.
“Jadi kami berikan kegiatan penyuluhan pada anak muda. Kita berikan kegiatan yang bisa sinergi dengan kepolisian serta pemerintah daerah,” kata alumnus Akpol 1995 ini.
Kapolda menyebut gangguan kamtibmas saat ini paling banyak perkelahian remaja dan geng motor. Hampir setiap minggu kata dia terjadi di wilayah hukumnya.
“Jadi yang sekarang ini yang paling banyak adalah perkelahian remaja, geng motor masih banyak di tempat kita. Hampir setiap Minggu ada kejadian, kemarin di Cilegon terus sebelumnya di Serang Kota dan Tangerang,” ungkap mantan direktur Reskrimsus Polda Banten ini.
Kapolda mengungkapkan, perkelahian remaja dan geng motor tersebut merupakan masalah bonus demografi. Persoalan tersebut harus diatasi secara bersama-sama karena dapat menimbulkan dampak sosial serta kriminalitas tinggi.
“Ini persoalan bunus demografi, kalau ini enggak kita kelola bersama-sama nanti ini akan menimbulkan dampak sosial dan tingkat kriminalitas tinggi,” ucapnya.
Kapolda menambahkan, untuk mencegah terjadinya perkelahian remaja dan geng motor tersebut, pihaknya melakukan patroli. Patroli tersebut merupakan satu-satunya solusi yang dapat diberikan oleh Polda Banten.
“Cuma harus diatur ya (patroli), kalau kita patroli subuh kadang kejadiannya tengah malam, ada kalanya sore. Jadi ini tidak menentu (geng motor dan perkelahian remaja), tapi tetap kita lakukan patroli meski anggota patroli kita terbatas,” tutur perwira tinggi Polri ini. (*)
Editor: Agus Priwandono











