SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Masalah pangan dan angka pengangguran menjadi perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Untuk mengatasi persoalan itu, Pemprov Banten berencana untuk merekrut anak muda untuk dijadikan pegawai petani.
“Kita menggagas pegawai petani yang tugasnya adalah bertani,” ujar Pj Gubernur Banten, Al Muktabar di sela-sela acara Seminar Strategi Polda Banten Untuk Mengelola Bonus Demografi Dalam Rangka Pemeliharaan Kamtibmas dan Pilkada 2024 di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis siang, 13 Juni 2024.
Al mengungkapkan, gagasan anak muda yang akan direkrut jadi pegawai petani itu didasarkan dengan kondisi saat ini. Sebab, banyak anak petani menolak untuk menjadi penerus orang tuanya. Mereka lebih memilih pekerjaan di bidang lain.
“Usia petani kita itu rata-rata sudah diatas 45 tahun, petani kita tidak ada mencita-citakan anaknya jadi petani, generasi muda jarang sekali yang mau jadi petani, maunya jadi pegawai. Sementara kerja paling luas bisa menampung semua itu di sektor pertanian,” ungkapnya.
Al mengungkapkan, petani pegawai pemerintah yang sedang digagas olehnya tersebut akan mendapatkan gaji dari negara. Jumlah sebesar Rp 2,2 juta. Jumlah itu kata dia setara dengan kelas jabatan lima pegawai pemerintah. “Kelas jabatan lima itu parameternya 2,2 (Rp 2,2 juta),” katanya.
Disinggung soal jumlah gaji yang masih dianggap kecil, Al menyebut sebagai basis saja. Sebab, di luar itu masih dimungkinkan untuk ada tambahan lain. “Bisa ada mungkin tambahan-tambahan (gaji) tapi itu basisnya,” ungkapnya.
Al menambahkan, terkait isu demografi ini, Pemprov Banten telah mempersiapkan sektor pertanian, agar menjadi menjadi peluang bagi anak muda di Banten. “Lapangan kerja yang paling luas, bisa menampung semua adalah sektor pertanian, maka kita mencoba memikirkan dan tentu tidak bisa kita sendiri,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











