LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Banjir yang merendam Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, membuat jalan di beberapa kota lumpuh.
Terkait dengan dampak tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama, menyebut bahwa penyebab banjir di Kota Rangkasbitung karena drainase yang buruk.
“Banjir ini disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi dan menguatnya bareng. Dan ini sudah jelas, karena faktor drainase yang tersumbat,” kata Febby kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 5 Juli 2024.
Ia menjelaskan, karena adanya saluran drainase yang buruk mengakibatkan banjir yang terjadi hampir di seluruh pusat Kota Rangkasbitung.
“Kita melakukan monitoring, dari pemda sampai ke pasar, jadi memang karena drainasenya,” ujarnya.
Menurut Febby, saat ini pihaknya masih melakukan monitoring dan melihat dampak yang banjir dimana saja dan sebab utamanya.
“Kita akan melakukan pemantaun banjir dampak dan kedalamannya berapa. Kita juga sudah berkoordinasi dengan DPUPD Lebak,” ucapnya.
Diketahui banjir merendam Jalan Abdi Negara, Jalan RM Nataamaja, Kantor KPU Lebak, Jalan Patih Derus, Jalan Rt Hardiwainangun, Jalan Siliwangi, kawasan pemukiman di Kelurahan Muara Ciujung Barat dan Muara Ciujung Timur.
Sementara itu, Nanda warga Rangkasbitung, menyampaikan kejadian banjir di Kantor Pemkab Lebak dan Alun-alun Rangkasbitung merupakan yang pertama karena sebelumnya tidak separah itu.
“Jadi sebelumnya belum pernah kejadian, ini paling parah kaya gini. Banjir juga merendam semua jalan hingga jalan sampai ditutup,” terangnya.
Ia berharap Pemkab Lebak melalui DPUPR bisa melakukan penanganan gorong-gorong di sekitar Kantor Pemkab Lebak yang tersumbat dan tidak jadi sebab banjir.
“Kalo bisa segera ditangani karena sudah sering kaya gini, kami juga sebagai masyarakat sangat terganggu dan ini merupakan kejadian paling parah dalan dua tahun terakhir,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











