PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Seorang perempuan muda bernama Anggi Nursila Dewi (28) asal Kampung Tenjolaya Tengah, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, sukses meraup cuan jutaan rupiah dari hasil kerajinan beragam produk rajutan hasil kreasinya memiliki bentuk yang lucu dan menarik.
Merajut sendiri merupakan salah satu aktivitas yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian cukup tinggi. Namun tak salah apabila seseorang memilih hobi merajut untuk mengasah keterampilannya.
Pengjarin rajut, Anggi Nursila Dewi menggeluti di bidang merajut sudah ada pada dirinya yang berjalan sejak 2018 hingga saat ini. Hobi tersebut diperoleh karena mengikuti jejak ibunya yang juga memiliki hobi merajut.
“Awalnya iseng-iseng nggak ada kegiatan terus lihat handphone melalui YouTube dicari-cari ternyata rajutan oke juga nih dipelajari lah dari situ kemudian jadi hobi yang menghasilkan selain dipakai sendiri juga bisa dijual,” ungkapnya, Rabu 17 Juli 2024.
Hal tersebut membuatnya berinisiatif mendirikan usaha rajut yang diberi nama Angfau Craft. Anggi sendiri telah membuat berbagai jenis rajutan mulai dari yang sederhana hingga dengan model yang cukup rumit.
Bahan untuk membuat karya rajutan ini dari diantaranya benang rajut dengan jenis Polyester, nilon, katun, dan woll alat rajut hook atau hakpen.
Melalui keterampilannya, kini ia mampu menghasilkan rajutan dengan bentuk seperti tas, baju, taplak meja, topi, bros, gantungan kunci, boneka, sarung tisu, sarung botol minuman, sepatu dan bentuk lainnya.
“Kalau untuk harga sendiri mulai dari yang terkecil Rp 15 ribu, Rp 80 ribu dan Rp 500 ribu. Ya menyesuaikan kerumitan hasil rajutan dan bahannya,” katanya.
Selain pemasaran secara offline dia juga memasarkan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini seperti marketplace maupun media sosial.
“Iya via online juga kita pasarkan, terkadang kalau untuk offline kita ikut bazar-bazar juga. Kita pemasaran pengiriman juga sekitaran Jabodetabek sama dikirim ke daerah Bali,” jelasnya.
Hasil karyanya dari rajutan tersebut sampai menembus kebeberapa daerah sekitar wilayah Jabodetabek hingga Bali. Keuntungan yang didapat pun bisa tembus Rp 3 juta per bulan.
Perempuan 28 tahun itu menuturkan bahwa hasil usaha rajutan nya telah dikenali banyak masyarakat maupun semua kalangan dari dalam maupun luar kota.
Ia menyampaikan jika merasa kewalahan lantaran banyaknya masuknya orderan pesanan dirinya dibantu dengan teman dan ibunya untuk menyelesaikan hasil rajutan dari pesanan para pelanggannya tersebut.
Anggi berharap dalam keterampilannya di bisnis fashion rajut ini bisa lebih meluas lagi dalam pemasarannya sehingga sekaligus bisa memberdayakan kaum wanita yang berada disekitar rumahnya khususnya di wilayah Kabupaten Pandeglang.
“Jadi jangan ragu buat belajar rajut, kelihatannya memang rumit tapi kalau memang sudah di dalami pasti ketagihan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











