Oleh : Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi
MTQ merupakan salah satu upaya untuk mengokohkan nilai-nilai spritualisme keagamaan di provinsi Banten. Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Banten yang digelar di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten akan berlangsung tanggal 23-27 Juli 2024. Ribuan warga se-Provinsi Banten akan hadir dan antusias memadati dan menyaksikan kemeriahan acara pembukaan MTQ.
MTQ bukanlah sekadar lomba untuk mencari qari-qariah dan hafid hafidzah terbaik, akan tetapi MTQ adalah suatu upaya konkret umat Islam untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung didalam Al Qur’an supaya dijadikan sebagai pedoman hidup.
Dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 15 Tahun 2019 pada Ketentuan Umum menjelaskan tentang pengertian, Musabaqah Tilawatil Qur’an disingkat MTQ adalah perlombaan seni baca, hafalan, tafsir, syarah, seni kaligrafi, penulisan karya ilmiah Al-Qur’an, dan hafalan Al-Hadits. Bahwa diselenggarakannya MTQ diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi umat islam untuk terus menggali, memahami, dan mengaplikasikan isi kandungan al qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terlahir pribadi-pribadi yang memiliki kemampuan intelektualitas yang tinggi tetapi rendah hati.
Melalui MTQ ini dapat menjadikan semakin baiknya pola pikir, menghadirkan pikiran pikiran, dan karakter-karakter yang positif, serta melahirkan generasi-generasi yang mempunyai kecerdasan spritual, yang merupakan modal untuk membangun Provinsi Banten, bangsa dan negara tercinta.
Nilai Spiritualitas
Pelaksanaan even-even keagamaan seperti ni, mempunyai posisi yang sangat vital dan strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual bangsa, karena masalah moral atau mental spiritual akan sangat menentukan masa depan peradaban bangsa ini.
Pelaksanaan acara keagamaan seperti MTQ ini tidak harus berfokus pada seremonial saja, tetapi seharusnya dapat menangkap makna dan intisarinya, serta berimplikasi secara signifikan terhadap pembangunan akhlak dan peradaban bangsa ini. Pelaksanaan MTQ sejatinya dapat meninggalkan jejak-jejak peradaban yang ditandai dengan terjadinya perubahan pola pikir, kebiasaan, karakter dan pola hidup, yaitu dari pemikiran yang sempit kepada pemikiran yang terbuka dan transformatif, dari pola hidup yang konfliktual kepada kehidupan yang rukun dan damai.
Al-Qur’an sebagai hudan linnas atau petunjuk untuk umat manusia selain dilombakan melalui MTQ dengan berbagai cabang mata lomba, sejatinya nilai-nilai Al-Qur’an harus dihidupkan di dalam kehidupan sehari-hari. Ciri dari masyarakat madani atau bertamaddun yaitu masyarakat berkeadaban tinggi yang akan memancarkan nilai-nilai kasih sayang, kemanusiaan, kedamaian, persaudaraan, kebersamaan, keadilan, kejujuran, kemajuan, kemakmuran, serta ketulusan atau keikhlasan di dalam menyangga peradaban masyarakat.
Pelaksanaan musabaqah ini diukur dari 3 indikator. Pertama, sukses dalam pelaksanaan. Bagaimana dalam pelaksanaan ini para peserta tetap dalam keadaan sehat dan fit serta enjoy mengikuti semua cabang dengan maksimal. Tunjukkan akhlak yang baik sehingga citra dan nama baik masing masing kabupaten kota agar semakin baik. Kedua, sukses dalam prestasi. Para peserta harus betul-betul mempersiapkan diri supaya lebih baik lagi. Ketiga, sukses setelah kegiatan dan ini yang paling utama. Bagaimana kegiatan MTQ ini berdampak baik tidak hanya untuk kafilah tetapi juga masyarakat luas. Bagaimana kecintaan kita terhadap Al-Quran semakin meningkat. Insya Allah, geliat cinta Alquran sudah banyak terlihat di Provinsi Banten.
Tujuan lain dari MTQ adalah sebagai wahana silaturahim dan sebagai pendorong semangat dan minat baca masyarakat terhadap Al-Qur’an, sehinga ke depan semua umat islam, khususnya di Banten tidak ada lagi yang buta huruf Al -Qur’an, bahkan bisa memahami isi kandungannya secara mendalam, sehingga setiap individu mampu membangun kesalehan diri dan kesalehan sosial.
Kegiatan keagamaan terutama berkaitan dengan Al-Qur’an perlu diberikan energi lebih. Oleh karena itu, bagi kafilah MTQ yang berhasil jadi juara nanti, seharusnya diberikan memberikan bonus reward khusus. Keikutsertaan peserta antara prestasi dan prestise bukan tujuan utama. Melainkan untuk syiar agama Allah Swt.
Salah satu upaya untuk mendalami arti, makna, kandungan dan keindahan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt adalah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai salah satu media untuk menebarkan syiar Islam merupakan agenda rutin Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) agar umat Islam lebih tekun membaca, mempelajari dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an di tengah derasnya arus perubahan sosial dan budaya dewasa ini dan mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat Banten yang Beriman dan Bertakwa.
MTQ bukan hanya mengejar prestasi juga prestise, dan bukan sebagai perlombaan semata, melainkan untuk menggali nilai-nilai Al-Qur’an. Sebuah kemenangan merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi semua pihak yang terlibat. Akhirnya, semoga Provinsi Banten dapat meraih kesuksesan dan terwujud untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi. Semoga pelaksanaan MTQ provinsi Banten ini bisa menghasilkan SDM yang unggul, profesional, SDM yang maju, dan berakhlak mulia.
MTQ dapat melahirkan generasi Qur’ani, yaitu generasi yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual sebagai modal sosial untuk membangun Banten yang lebih maju dan sejahtera. Kepada para dewan hakim haruslah memiliki kompetensi dan profesional, agar menghasilkan kafilah kafilah yang bisa memajukan Banten, karena tidak lama lagi akan ada perhelatan MTQ tingkat nasional.
Selamat bermusabaqah.

Penulis adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan & Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional).











