SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rencana Pemerintah Provinsi Banten membuka seleksi terbuka untuk mengisi jabatan direksi di tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mendapat perhatian dari DPRD Banten. Proses rekrutmen tersebut diminta dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari kepentingan politik agar menghasilkan pemimpin yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan daerah.
Anggota DPRD Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Nia Purnamasari, menegaskan bahwa panitia seleksi (pansel) harus benar-benar selektif dalam menentukan calon direksi BUMD. Menurutnya, posisi direksi memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan perusahaan daerah.
“Yang harus diperhatikan pansel dalam seleksi pejabat BUMD tentunya harus benar-benar selektif,” kata Nia, Jumat 19 Juni 2026.
Nia menilai integritas menjadi syarat utama yang harus dimiliki setiap kandidat. Karena itu, rekam jejak calon direksi harus ditelusuri secara menyeluruh untuk memastikan tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi maupun pelanggaran hukum lainnya.
“Pertama lihat track record si calon tersebut. Yang terpenting tidak pernah terlibat kasus korupsi,” ujarnya.
Selain integritas, lanjut Nia, calon direksi juga harus memiliki pengalaman memimpin perusahaan dan kemampuan manajerial yang memadai. Hal itu dinilai penting mengingat sejumlah BUMD di Banten masih membutuhkan pembenahan agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
“Lalu profesional, berpengalaman dalam memimpin suatu perusahaan,” katanya.
Nia menekankan bahwa prinsip the right man on the right place harus menjadi landasan utama dalam proses seleksi. Menurutnya, penempatan orang yang tepat akan berdampak langsung terhadap kemajuan perusahaan dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat serta pemerintah daerah.
“Yang prinsipil yaitu the right man and the right place. Jika perusahaan itu dipimpin orang yang tepat, maka BUMD tersebut tentunya bisa maju dan memberikan manfaat bagi Pemerintah Provinsi Banten,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengingatkan agar proses seleksi tidak menjadi ajang bagi kepentingan politik tertentu. Menurutnya, BUMD membutuhkan figur profesional yang mampu bekerja berdasarkan target bisnis, tata kelola perusahaan yang baik, serta orientasi pada peningkatan kinerja.
“Jangan sampai ada kepentingan politik. Karena ini harus diisi oleh orang-orang profesional,” tandasnya.
Diketahui, Pemprov Banten saat ini tengah mempersiapkan seleksi terbuka untuk mengisi jabatan direksi pada tiga BUMD, yakni PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), PT Banten Global Development (BGD), dan PT Jamkrida Banten. Seleksi tersebut diharapkan dapat menghasilkan jajaran direksi yang mampu memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi BUMD terhadap pembangunan dan perekonomian daerah.
Editor: Bayu Mulyana











