SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lahan tidur yang ada di RW 04, Kampung Kadu Buntung, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang dimanfaatkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Kragilan dan PKK Desa Silebu menjadi kebun contoh.
Lahan seluar 1.000 meter tersebut ditanami oleh berbagai jenis tanaman mulai dari cabe, terong, jahe, tomat, semangka, jagung dan tanaman lainnya.
Ketua TP PKK Kecamatan Kragilan, Elin Marlina mengaku bersyukur, karena tanaman jagung di contoh yang mereka garap sudah berbuah dan hasilnya dapat dinikmati oleh para pengurus dan masyarakat.
“Kita panen jagung di kebun contoh kita di Desa Silebu. Di kebun contoh ini, tidak hanya kita tanami jagung, tapi juga juga ada apotek hidup dan warung hidup,” katanya, Minggu 28 Juli 2024.
Ia mengatakan, nantinya untuk hasil panen jagung sendiri sebagian akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan para petugas yang ikut mengelola kebun contoh.
“Sebagian akan kita jual, hasilnya akan kita belikan bibit lagi supaya kebun contoh di sini berkelanjutan. Semoga bisa mensejahterakan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Lebih lanjut ia berharap kebun contoh di Desa Silebu dapat ditiru oleh warga-warga lainnya yang ada di Kecamatan Kragilan. Ia pun berharap agar keragaman tanaman di kebun contoh bisa ditambah.
“Kita juga mendorong agar masyarakat mau memanfaatkan lahan pekarangan di halaman rumah mereka. Terutama menanam cabe, tomat dan lain sebagainya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
Sementara itu, kepala Desa Silebu Ade Sapta Gunaedi mengatakan, ada sebanyak 1.000 meter lahan tidur yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK yang dijadikan sebagai kebun contoh.
“Sebelumnya ini lahan tidur dan tidak produktif, sekarang sudah dimanfaatkan dan alhamdulillah sudah ada hasil dan panen. Ini jadi kebanggan bagi kami,” tegasnya.
Pihaknya mengaku mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh PKK kecamatan yang telah memberikan pembinaan pada PKK di Desa Silebu. “Kita ingin agar ini berkelanjutan dan semakin diperluas,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











