LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Atasi kekeringan lahan, salah satu terobosan mutakhir dilakukan petani jagung di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, yang menggunakan pesawat tanpa awak atau drone untuk mengatasi kekeringan akibat kemarau berkepanjangan, Jumat 2 Agustus 2024.
Kegiatan atasi lahan kering tersebut diinisiasi oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Banten, khususnya di wilayah Maja. Diketahui alat yang digunakan drone khusus yang bisa menyimpan air dengan kapasitas penyimpanan 30 liter.
Dimas Fahmissidqi yang merupakan anggota KTNA Provinsi Banten menyampaikan, penyemprotan lahan pertanian saat ini dilakukan atas permintaan petani yang sedang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang di beberapa daerah di Kabupaten Lebak.
“Kita dari pihak provinsi hadir di Maja, karena kita sedang dalam kondisi kekeringan, makanya hari ini kita melakukan penyemprotan penyemprotan lahan,” tutur Dimas kepada wartawan, Jumat 2 Agustus 2024.
Ia menyampaikan, kegiatan yang dilakukan merupakan program KTNA Banten dan akan terus dilakukan penyemprotan di beberapa titik lahan pertanian.
“Program penyemprotan ini kita harapkan pastinya berkelanjutan, karena dalam kondisi hari ini petani juga masih sangat membutuhkan,” terangnya.
Sementara itu, Hadi salah seorang petani, mengaku sebagai petani dirinya terbantu dengan adanya teknologi tersebut. Tentunya drone tersebut menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya pada tanaman jagung.
“Ada instruksi dari pusat, jadi sebagai ketahanan pangan, kedua dari segi kami para petani jagung itu umurnya hanya empat bulan bisa jadi duit,” ucapya.
Ia menuturkan, dengan adanya program tersebut semoga membantu produktivitas dan panen jagung bisa cepat. Selain itu program tersebut, sangat membantu para petani khususnya di Kecamatan Maja untuk menyiram lahan yang luas.
“Terus dari pemasarannya juga, kita gak kesusahan dari gudang, jadi mau gudang gede, mau gudang yang punya ternak alhamdulilah dari segi pemasaran sekarang jagung gak kesusahan, jadi intinya gampang untuk kami jual hasil panennya,” tandasnya.
Editor: Mastur Huda











