SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten mencatat, sampai dengan akhir triwulan II 2024, net outflow sebesar Rp 2,61 triliun disertai dengan meningkatnya transaksi non tunai.
Total outflow sampai sampai Juni 2024 mencapai Rp 4,23 triliun dan inflow mencapai Rp 1,62 triliun.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Jajang Hermawan, mengatakan, struktur masyarakat Banten yang cukup banyak pendatang serta posisi geografis Banten yang berdekatan dengan DKI Jakarta memungkinkan spending masyarakat dilakukan di luar Banten.
“Selain itu, terdapat beberapa bank yang memiliki kebijakan pengelolaan uang tersentralisasi di kantor pusat atau kantor koordinator yang berada di luar Banten atau di wilayah DKI Jakarta,” ujar Jajang mendampingi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, saat Taklimat Media Overview Perkembangan Ekonomi Terkini Provinsi Banten dan Isu Strategis Triwulan II 2024, Kamis, 8 Agustus 22024.
Kata dia, pada Maret-April2024, pengedaran uang melalui KPwBI Banten tercatat net inflow sebesar Rp 1,15 trliun.
Dampak Idul Fitri terjadi peningkatan temuan uang palsu yang berasal dari transaksi penyetoran perbankan.
Pada kesempatan itu, Jajang menyampaikan, hingga triwulan II 2024, pemanfaatan QRIS sebagai kanal pembayaran digital terus meningkat.
Volume transaksi mencapai 46,41 juta dengan nominal transaksi mencapai Rp 4,42 Triliun dengan jumlah pengguna QRIS mencapai 2,71 juta.
Dengan capaian ini, maka pengguna QRIS di Banten berada di posisi kelima secara nasional. (*)
Editor: Agus Priwandono











