PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Minat baca di kalangan pelajar di Pandeglang disebut meningkat. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pandeglang menyatakan itu berdasarkan kunjungan pelajar ke perpustakaan.
Pengelola Perpustakaan Dinarpus Pandeglang, Ratna Lestari, menyatakan jumlah kunjungan pelajar ke perpustakaan tetap tinggi setiap harinya, dengan berbagai buku yang diminati, baik untuk hiburan maupun kebutuhan referensi pelajaran.
“Minat baca di Pandeglang sebenarnya sangat baik. Pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA, sering mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku-buku seperti novel dan dongeng terbaru. Mereka bahkan sudah mengenal penulis-penulis populer,” ungkapnya, Selasa, 20 Agustus 2024.
Ratna mengatakan, kebutuhan referensi terutama dicari oleh mahasiswa dan pelajar SMA, khususnya untuk keperluan penelitian atau ilmu pendidikan yang mereka pelajari.
“Untuk referensi, mayoritas pencari adalah mahasiswa. Mereka sering mencari buku tentang metode penelitian, sejarah, sosial, serta manajemen. Mahasiswa dari bidang kesehatan juga aktif mencari referensi tentang kesehatan dan farmasi,” katanya.
Dengan peningkatan minat baca ini, Dinarpus optimistis mampu terus mendorong budaya literasi di kalangan pelajar Pandeglang.
Ia menjelaskan, pada tahun 2023 Dinarpus Pandeglang menyediakan 14.200 judul buku guna meningkatkan minat baca di kalangan warga, terutama pelajar.
Berbagai upaya terus dilakukan untuk menumbuhkan budaya literasi. Salah satunya dengan menambah koleksi buku yang lebih terkini.
“Dalam rangka mendorong minat baca pelajar, kami juga mengadakan festival pembudayaan minat baca serta story telling dari tingkat SD hingga SMP,” ujarnya.
Dinarpus Pandeglang juga menayangkan film edukasi sebagai salah satu strategi menarik minat siswa untuk datang ke perpustakaan.
“Ini salah satu trik kami agar siswa-siswi di Pandeglang tertarik untuk mengunjungi perpustakaan,” tuturnya.
Untuk menjangkau pelajar di wilayah yang jauh dari perpustakaan, Dinarpus Pandeglang menyediakan layanan mobil Perpustakaan Keliling (Pusling) yang mengunjungi sekolah-sekolah dan desa-desa di seluruh Kabupaten Pandeglang.
“Kami menyadari bahwa Pandeglang terdiri dari 35 kecamatan, dan tidak mungkin semua warga bisa datang ke perpustakaan. Oleh karena itu, kami menghadirkan layanan perpustakaan keliling di setiap kecamatan. Kami memiliki tiga armada mobil perpustakaan yang beroperasi secara bergantian setiap harinya,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











