TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan partai politik mengusung sendiri calon kepala daerah meski suara hanya 7 persen mengubah konstelasi politik menjelang Pilkada serentak 2024.
Menurut Direktur Riset Kajian Politik Nasional, Tamil Selvan, momentum ini juga bisa dimanfaatkan oleh calon kepala daerah yang saat ini memang telah ditinggal partai politik karena tidak mendapat tiket syarat maju di Pilkada.
Beberapa calon di Banten misalnya Arief R Wismansyah dan Airin Rachmi Diany bisa saja memanfaatkan momentum ini.
Arief sendiri diketahui tidak mendapat satu pun perahu atau parpol yang mampu mengusungnya di Pilkada Banten 2024.
Sementara, kepastian Airin untuk maju di Pilkada Banten 2024 masih simpang siur.
Pada waktu yang semakin mepet menuju pendaftaran calon Gubernur Banten, Airin justru diisukan disiapkan Golkar untuk tugas baru, tidak untuk di Pilkada Banten 2024.
“Tentu ini akan membuat tokoh politik yang kekurangan suara atau kekurangan kursi untuk tetap bisa maju, salah satunya Airin dan Arief,” ujar Tamil saat dihubungi via telepon seluler, Rabu, 21 Agustus 2024.
Meski begitu, sambung Tamil, keputusan untuk mengambil momentum tersebut dikembalikan kepada Arief dan Airin, apakah mereka bisa merekrut parpol gurem untuk akhirnya tetap maju di Pilkada Banten 2024.
Jika keduanya berhasil memanfaatkan momentum itu, Tamil menilai, tidak akan menjadi persoalan bagi partai mereka bernaung yang mungkin saja tidak memilih mereka dan menjagokan orang lain.
“Kalau politik itu tidak mesti harus begitu. Yang penting tidak melanggar aturan partai. Mencalonkan diri di partai laon bukan bentuk pelanggaran. Kalau menang kan parpol nya juga yang untung,” ujar Tamil.
Menurut Tamil, partai politik yang suaranya rendah atau disebut juga sebagai partai gurem usai putusan MK juga bisa menjelma menjadi partai yang memiliki daya tawar layaknya partai yang mencapai perolehan suara diatas 20 persen.
“Tentu saja partai-partai gurem ini menjadi rebutan bagi orang yang ingin bisa maju di Pilkada mencalonkan diri. Sehingga partai gurem menjadi mahal dan memiliki daya tawar,” ujar Tamil. (*)
Editor: Agus Priwandono











