SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten kini telah genap berusia 10 tahun. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten ini pun memasang target besar untuk ke depannya.
Direktur Utama PT Jamkrida Banten, Indriyanto Agus Wibowo mengatakan, diusia ini pihaknya menargetkan untuk menjadi perusahaan jaminan terbesar dalam skala nasional. Menurutnya, target itu bukan hanya angan-angan belaka, namun sudah mulai terwujud.
“Di Indonesia saat ini ada 18 BUMD penjamin kredit. Dan Banten sudah masuk dalam tiga besar nasional, yang mana disisi aset, Jamkrida Banten menduduki posisi ke 3 besar setelah Jamkrida Jawa Barat, dan Jakarta,” ujar Agus Wibowo saat memberikan sambutan diacara peringatan HUT Jamkrida ke 10 di Kantor Jamkrida, Kota Serang, 24 September 2024.
Dari sisi pendapatan, dari 18 perusahaan itu, Jamkrida Banten menduduki posisi ke 4 dengan lama terbesar setelah Jawa Barat, Jakarta dan Jawa Timur. Agus pun menyampaikan apresiasinya terhadap jajaran direksi Jamkrida Banten sebelumnya yang telah mengantarkan Jamkrida diposisi ini.
Untuk mencapai target itu, pihaknya pun kini terus meningkatakan pelayanan khususnya permodalan. Pihaknya berkomitmen untuk bisa membantu banyak UMKM di tanah jawara ini melalui pemberian jaminan kredit.
“Kita harus selalu meningkatkan permodalan kita, karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengukur tentang gearing ratio yang mana volume penjaminan harus inline dengan permodalan. Jadi mengawal penguatan modal, jadi target kita ke depannya,” ungkapnya.
Direktur PT Jamkrida Banten Nizar mengatakan, PT Jamkrida pada akhir tahun 2023 kemarin mencatatkan perolehan laba bersih (audited) mencapai Rp9,5 miliar. Perolehan laba bersih ini meningkat 9,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama Tahun 2022 senilai Rp8,6 miliar.
Raihan laba bersih Jamkrida Banten ditopang dari pendapatan imbal jasa yang mencapai Rp 216,93 miliar, pendapatan investasi senilai Rp3,95 miliar, kemudian pendapatan dan beban lain-lain senilai Rp1,3 miliar.
“Sekarang posisi modal setor kita ada di angka Rp 56,5 milliar, tapi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah disetujui adanya penambahan modal dari Pemprov Banten sebesar Rp163,5 miliar. Insyaallah dengan penambahan modal itu kita bisa meningkatkan kinerja dan mencapai target untuk menjadi perusahaan jaminan terbesar nasional,” imbuhnya.
Editor: Abdul Rozak











