RADARBANTEN.CO.ID – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar wisuda sarjana ke-17 dan pascasarjana ke-5 pada Sabtu, 26 Oktober 2024, di The Royale Krakatau Hotel Cilegon.
Wisuda dilaksanakan dalam dua sesi yaitu pada pukul 08.00- 12.00 WIB untuk sesi pertama dan pukul 13.00-16.00 WIB untuk sesi kedua.
Acara ini diikuti oleh wisudawan dari berbagai program studi sarjana dan pascasarjana yaitu Manajemen, Akuntansi, Ilmu Hukum, Teknik Industri, Teknik Sipil, Statistika, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Teknologi Informasi.
Dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Bina Bangsa Prof Dr Ir H Furtasan Ali Yusuf mengucapkan selamat kepada para wisudawan atas pencapaian yang telah diraih.
Furtasan berpesan, setelah menyelesaikan pendidikan di UNIBA tentunya para lulusan akan memasukki fase baru di dunia kerja dan masyarakat yang berbeda dengan masa studi yang telah dilalui. Maka dari itu, para lulusan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dengan ilmu dan kompetensi yang dimiliki.
“Di dunia kerja kesalahan tidak lagi berdampak pada nilai mata kuliah, melainkan memberikan konsekuensi nyata. Oleh karena itu, tanggung jawab sosial dan kepedulian menjadi sangat penting,” kata Furtasan.
Furtasan mengingatkan, ketika para wisudawan memasuki dunia kerja, banyak hal yang mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga para lulusan harus dapat membekali diri dengan kemampuan beradaptasi dan responsif terhadap perubahan yang ada.
“Ketika tidak ada usaha untuk menyesuaikan diri mungkin kita akan merasa lingkungan kerja tidak cocok. Untuk itu, kurikulum merdeka saat ini dapat membekali mahasiswa untuk menghadapi perubahan tersebut. Jadi, saat ini bekerja tidak harus sesuai dengan jurusan yang dipelajari,” ungkapnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan (LLDIKTI) Wilayah IV Samsuri mengapresiasi pencapaian yang telah diraih oleh Universitas Bina Bangsa sebagai pencetak lulusan perguruan tinggi terbanyak di Banten yaitu berjumlah 1.085 wisudawan pada gelombang ini.
Samsuri menyampaikan beberapa pesan kepada para wisudawan untuk mempersiapkan beberapa hal sebelum memasuki dunia kerja. Hal pertama yang harus dipersiapkan yaitu kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.
“Ketika anda tidak cepat dalam beradaptasi, maka start untuk berlari menuju kesuksesan juga akan terhambat,” jelasnya.
Hal kedua yang penting untuk diperhatikan yaitu kemampuan untuk membangun komunikasi yang efektif. Hal ini penting karena seseorang yang mampu membangun komunikasi dengan efektif maka akan mampu meyakinkan orang lain.
Kemampuan selanjutnya yang harus dimiliki untuk meraih kesuksesan yaitu kemampuan membangun networking. Ia mengharapkan para lulusan ketika terjun di masyarakat dan lingkungan jangan banyak menciptakan permusuhan karena orang-orang yang ditemui tersebut merupakan tempat untuk belajar.
Terakhir hal yang penting untuk dimiliki yaitu keterampilan teknologi.
“Apapun kemampuan anda, apapun kompetensi anda, saat ini penting untuk saudara memiliki kemampuan komunikasi teknologi,” ungkapnya.
Dalam acara wisuda ini, terdapat enam lulusan terbaik untuk wisudawan sesi pertama dan lima lulusan terbaik untuk wisudawan sesi kedua.
Berikut nama-nama wisudawan sesi pertama dengan rata-rata IPK yang diraih :
1. Agustina, M.M (Magister Manajemen), IPK 4,00
2. Isnu Rahmah, S.Ak (Akuntansi), IPK 3,99
3. Fani Oktarianti Putri Raha, S.H (Hukum),IPK 3,99
4. Sultan Prihartono Ramadhan S.T (Teknik Industri), IPK 3,83
5. Fitri Rusmini, S.Kom (Ilmu Komputer), IPK 3,86
6. Khoirurrizgi, S.Kom (Sistem Informasi) dengan IPK 3,83
Selanjutnya nama-nama wisudawan sesi kedua dengan rata-rata IPK yang diraih :
1. Sardan, S.M (Manajemen), IPK 4,00
2. Syafira Nur Fadillah, S.T (Teknik Sipil), IPK 3,92
3. Nenden Gustika Maulani S.Stat (Statistika), IPK 3,84
4. Ratu Salva, S.Pd (Pendidikan Matematika), IPK 3,80
5. Reihan Mutagin, S.Pd (Pendidikan Teknologi Informasi), IPK 3,96
Salah satu lulusan terbaik UNIBA, Agustina, M.M, mengungkapkan bahwa menjadi seorang lulusan terbaik sebenarnya bukan hal yang pertama ia dapatkan karena sedari kecil ia selalu menjadi lulusan terbaik pada tingkatan pendidikan yang dijalaninya.
Agustina menyampaikan bahwa tidak ada tips dan trik istimewa yang dilakukan untuk menjadi seorang lulusan terbaik.
“Tipsnya belajar dengan sungguh-sungguh, karena sedari kecil saya senang dengan ilmu pengetahuan dan belajar hal-hal baru maka saya menjalani semuanya dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya kita harus menganggap diri kita kurang dalam suatu hal sehingga dapat mencari tahu lebih dalam dari teman dan juga dosen,” jelasnya.
Selama menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Bina Bangsa, Agustina juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Kabupaten Tangerang. Ia mengungkapkan tidak sulit untuk membagi waktu antara perkuliahan dengan pekerjaan karena ada waktu tertentu di mana Agustiani meluangkan waktu untuk belajar dan bekerja.
Sebagai lulusan dengan IPK sempurna, Agustina mengharapkan bahwa pendidikan di Indonesia dapat lebih baik lagi terutama untuk anak-anak zaman sekarang yang semakin tergerus moral dan etikanya.
Editor: Aas Arbi











