Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terkait untuk mencarikan solusi atas permasalahan yang ada. Hal tersebut dalam upaya memperkuat daya saing dan keberlanjutan ekonomi di tengah tantangan global.
enghadapi tantangan persaingan global yang semakin signifikan, berdampak pada menurunya permintaan produk, perlambatan produktifitas industri serta keterbatasan pasokan energi yang menekan keberlangsungan usaha, menjadi concern Pemerintah Provinsi Banten, sehingga sebagaimana pernyataan Kepala DPMPTSP, Vigojanti yang menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antar unsur untuk penguatan daya tahan ekonomi.
enurunan angka pengangguran menjadi prestasi tersendiri bagi Banten, yang kini berada di peringkat kedua nasional setelah Jawa Barat. Namun, tantangan baru muncul seperti dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi tentang pengupahan, keterbatasn pasokan energi, persaingan produk impor, regulasi yang tidak konsisten, kendala perizinan, serta tekanan terhadap tenaga kerja.
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrsasi Provinsi Banten Septo Kalnadi, mengungkapkan bahwa regulasi baru yang adaptif upah minimum di daerah baik Provinsi, kabupaten/kota (UMK), dan sektoral (UMS) diperlukan untuk mendukung iklim berusaha dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Dari sisi keuangan, OJK mencatat adanya kenaikan Non-Performing Loan (NPL) di sektor pengolahan. Hal ini membuat perbankan lebih berhati-hati dalam memberikan pembiayaan, meski pertumbuhan sektor pengolahan di Banten telah menunjukkan perbaikan.
Potensi pengembangan serta peningkatan investasi di Banten masih sangat luas, termasuk optimalisasi realisasi investasi baru untuk kawasan industri, sejumlah kawasan strategis nasional, serta pengembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam rangka menarik minat investasi di kawasan-kawasan potensial tersebut, Pemprov Banten bertekad untuk terus memberikan dukungan dalam pembangunan infrastruktur daerah yang lebih handal, seperti infrastruktur jalan, serta sumber daya air dan energi. Beberapa di antaranya termasuk pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang sejauh 83 kilometer, reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan, dan Saketi-Malingping-Bayah, pembangunan MRT Jakarta-Balaraja, serta proyek strategis nasional PIK 2 dan BSD. (adv)











