KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penjabat (Pj) Bupati Tangerang, Andi Ony, bersama Pj Gubernur Banten, A Damenta, meluncurkan aplikasi Gebrak Tegas Mobile (GTM) di Gedung Serba Guna (GSG), Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis, 19 Desember 2024.
Andi Ony mengatakan bahwa GTM ini hadir sebagai solusi inovatif berbasis teknologi yang mendukung kebijakan nasional.
Sebuah inovasi aplikasi digital ini dirancang untuk mendukung program percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang.
“Jadi, aplikasi ini adalah wujud nyata komitmen kami bersama untuk menurunkan prevalensi stunting sekaligus menghapus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang.’ ujar Andi Ony.
Dikatakan Andi Ony, stunting bukan hanya persoalan kesehatan saja, akan tetapi erat kaitannya dengan kemiskinan ekstrem.
Oleh karena itu, GTM dirancang untuk memadukan data dan intervensi pada kedua aspek tersebut.
“Di sini, terdapat fitur inovatif di aplikasi GTM yang menawarkan fitur utama, antara lain, pengukuran dan pemantauan stunting, memberikan peringatan dini dan rujukan medis, verifikasi dan pembaruan data, serta menyediakan data akurat sasaran rumah tangga miskin dengan monitor secara real time,” bebernya.
Dia berharap, aplikasi GTM ini nantinya tidak hanya menjadi alat saja, akan tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tangerang.
“Sehingga percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem benar-benar dilakukan secara terpadu, efektif dan akurat,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten, A Damenta, mengapresiasi Pemkab Tangerang yang telah berkontribusi dalam menciptakan aplikasi GTM.
“Saya yakin, kita mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional. Karena apa yang kita raih ini adalah bukti dari kerja keras bersama,” ucapnya.
Dia juga menekankan pentingnya keberlanjutan aplikasi GTG sebagai alat pengendali dan pemantauan di masa depan. Sebab, kata dia, hal ini tidak hanya sebagai solusi lokal saja, tapi juga bisa diaplikasikan secara nasional.
“Saya berharap, aplikasi ini jangan hanya berhenti sebagai solusi lokal saja, Kami akan berupaya mempromosikannya ke tingkat nasional sebagai contoh keberhasilan inovasi daerah dalam upaya mendukung kebijakan strategis Pemerintah Pusat,” tutupnya.
Editor: Agus Priwandono











