SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI siap menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kemendes PDT RI telah menginstruksikan pemerintah desa untuk menggunakan Dana Desa sebesar 20 persen untuk program ketahanan pangan yang nantinya akan diarahkan untuk menyuplai bahan baku dalam Program MBG.
Mendes PDT RI, Yandri Susanto, mengatakan, akan mendorong desa-desa agar bisa menyediakan bahan baku untuk menunjang Program MBG melalui program ketahanan pangan milik desa.
“Kita dorong desa tematik, jadi melalui program ketahanan pangan dari Dana Desa sebesar 20 persen, sekurang-kurangnya Rp 16 triliun. Lebih boleh, kurang enggak boleh untuk menyediakan bahan baku makan bergizi gratis,” katanya usai melakukan peletakan batu pertama dapur MBG di Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Minggu, 2 Februari 2025.
Yandri mengaku telah memberikan arahan kepada desa-desa untuk melaksanakan program ketahanan pangan dengan sungguh-sungguh untuk memanfaatkan potensi yang ada di desanya masing-masing.
“Kita di hari desa sudah tunjukkan modul terkait potensi desa masing-masing, kita tidak akan intervensi, silakan desa mengembangkan sendiri potensi di desanya, misalnya desa mau nanam cabai, padi, atau berternak, silakan. Itu diambil dari Dana Desa, ini tidak hilang, tetapi diputar kembali untuk modal kegiatan ekonomi berikutnya,” ujarnya.
Yandri meminta agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar dihidupkan untuk mengelola Dana Desa sekaligus mengelola bahan baku yang akan diserap dalam Program MBG.
“Harus tenaga kerja lokal yang diserap, sesuai dengan ketentuan MBG,” ujarnya.
Selain melibatkan tenaga kerja lokal, dapur MBG juga akan melibatkan tim ahli yang akan menentukan kandungan gizi yang terkandung dalam makanan yang disiapkan.
“Ada dari sarjana penggerak pembangunan, ada standarnya nanti dia yang mengontrol standar kebutuhan kalori dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











