SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten bakal mempunyai peternakan terintegrasi antara peternakan sapi pedaging dengan sapi perah.
Kabarnya, sejumlah investor juga sudah melihat potensi dari Tanah Jawara itu untuk berinvestasi pada sektor peternakan.
Kabar itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Agung Suganda.
Katanya, saat ini sudah terdapat 24 investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya pada sektor peternakan di Provinsi Banten ini.
“Kementan terus menggandeng mitra-mitra swasta untuk dapat melakukan investasi terkait dengan sapi perah dan sapi pedaging. Dan salah satu lokasi tentu adalah Provinsi Banten,” kata Agung, belum lama ini.
Bahkan, salah satu perusahaan holding sudah melakukan penjajakan ke Kabupaten Serang untuk melakukan investasi sapi pedaging.
Wilayah Banten dipilih karena dinilai aman untuk pengembangan hewan ternak. Hal itu ditegaskan dengan tidak adanya kasus PMK di Banten.
Katanya, Ditjen PKH pun saat ini tengah menjalin komunikasi dengan para mitra untuk dapat bekerja sama dalam membangun kawasan peternakan terintegrasi di Banten. Hal ini dilakukan guna meningkatkan produksitivitas dari sapi perah maupun daging.
Agung berharap, produktivitas susu dan daging nasional dapat mendukung Program Makan Bergizi Gratis dan program ketahanan pangan.
“Saat ini untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, Indonesia masih harus mengimpor hampir 80 persen dari kebutuhan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, Indonesia harus mengimpor 52 persen sapi,” ucapnya.
Editor: Agus Priwandono











