LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Puluhan siswa SDN 1 Cikareo, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi ciki yang diberikan oleh orang tak dikenal.
Insiden ini terjadi pada Rabu, 12 Februari 2025 lalu, saat jam istirahat sekitar pukul 09.30 WIB, ketika sekelompok siswa mendapati jajanan gratis yang dibagikan dari sebuah mobil Avanza di depan sekolah.
Untungnya, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiawa. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemkab Lebak langsung mengambil langkah untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Lebak, Taufik Hermawan, mengungkapkan bahwa sampel ciki yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut kini tengah dalam pemeriksaan lanjutan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banten.
“Untuk penentuan ada pemeriksaan yang sifat nya untuk mendeteksi awal dan untuk memastikan lewat uji konfirmasi. Kalau ntuk prosedur di POM saya tidak mengetahui dengan pasti,” tutur Taufik kepada wartawan, Kamis 20 Februari 2025.
Taufik mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan uji laboratorium, termasuk uji presumtif dan uji konfirmasi, untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya.
“Saya kordinasi dengan POM, (sampel) masih dalam proses pemeriksaan lanjutan,” katanya.
Namun, Taufik menyatakan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti prosedur yang dilakukan oleh Balai POM dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa tidak ada sampel makanan lain yang diterima selain ciki tersebut dari Puskesmas Cileles.
Pemeriksaan ini menjadi penting guna memastikan apakah ada kandungan berbahaya dalam ciki yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak. Pihak berwenang berjanji untuk mengungkapkan hasilnya dalam waktu dekat.
Editor: Aas Arbi











