PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah pelaku seni dan budaya di Kabupaten Pandeglang, Banten, meminta pemerintah daerah (Pemda) agar lebih memperhatikan dan peduli terhadap isu kebudayaan.
Hal itu disampaikan dalam diskusi bertajuk Obrolan Kebon Ngobrolken Kebudayaan yang digelar di Kebon Seni Juhut, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang. Dalam forum tersebut, para seniman menyoroti minimnya perhatian Pemda terhadap pengembangan seni dan budaya lokal.
Dalam acara diskusi ini menghadirkan dua pembicara, yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Pandeglang, Rahmat Zultika, serta Ketua DPRD Pandeglang, Tb A. Khotibul Umam. Selain itu, para pelaku seni dan budaya juga turut hadir.
Salah satu seniman Pandeglang, Rohendi, menyebut regulasi dan kebijakan terkait kebudayaan masih menjadi keresahan utama. Menurut Rohendi tidak adanya pementasan seni yang menjadi agenda rutin di daerahnya.
“Yang belum tersentuh itu kurangnya wahana pertunjukan. Kita tidak punya pementasan yang rutin setiap minggu atau setiap bulan,” kata Rohendi, pada Sabtu 22 Februari 2025.
Dikatakannya, pelaku seni dan budaya di Kabupaten Pandeglang berharap pemerintah daerah menyediakan wadah dan agenda rutin untuk menampilkan seni budaya kepada publik. Mereka menilai pementasan seni selama ini hanya digelar pada momen tertentu, seperti perayaan hari jadi daerah atau HUT RI.
“Karena pentas yang dilakukan selain hajatan hanya di hari jadi dan Agustusan, kan itu doang,” ujarnya.
Rohendi menyebut Pandeglang sebenarnya sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kebudayaan Daerah. Namun, aturan tersebut dinilai belum sepenuhnya diimplementasikan dalam program nyata.
“Kesenian budaya kita sudah masuk Kalender Event Nusantara (KEN), salah satunya Gebrak Ngadu Bedug. Perda-nya sudah ada, tinggal bagaimana mengimplementasikannya dalam program kegiatan,” tuturnya.
Melalui diskusi ini, para seniman mendorong Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang yang baru agar segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pemajuan kebudayaan.
“Pemerintah daerah secepatnya membuat Perbup pemajuan kebudayaan, supaya Pandeglang sebagai daerah wisata dan religi punya atraksi budaya yang menarik,” terangnya.
Ia menambahkan, pelaku seni dan budaya juga meminta pemerintah daerah lebih melibatkan mereka dalam perancangan program kerja. Mereka juga berharap kantong-kantong kesenian diaktifkan kembali agar bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.











