LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah pengemudi atau driver ojek online (Ojol) masih mengeluhkan program Bonus Hari Raya (BHR) yang dinilai tidak sesuai dengan harapan. Meskipun perusahaan telah menjanjikan insentif pada periode hari raya, banyak driver ojol yang merasa bahwa bonus yang diberikan jauh lebih kecil dibandingkan ekspektasi mereka.
Berdasarkan pengakuan beberapa pengemudi ojol, meskipun sudah bekerja lebih keras selama libur hari raya, mereka justru merasa bahwa bonus yang diberikan tidak sebanding dengan usaha dan waktu yang telah mereka curahkan.
“Saat hari raya, saya biasanya dapat lebih banyak orderan, tapi kali ini bonus yang dijanjikan jauh lebih kecil. Saya berharap bisa mendapatkan lebih, apalagi saat itu banyak pelanggan yang membutuhkan layanan,” ujar Arham, driver Gojek di Rangkasbitung, Rabu, 26 Maret 2025.
BHR yang diberikan Gojek bervariasi, mulai yang terbesar Rp 900.000, Rp 500.000, Rp 450.000, Rp 250.000, Rp 100.000 hingga yang terkecil Rp 50.000 per driver.
Namun, Arham menilai, aturan pemberian BHR tidak adil, karena banyak driver ojol yang membawa banyak penumpang, tapi hanya mendapat BHR kecil, tak sebanding dengan kerjaannya.
“Saya dapat Rp 100.000, seharusnya, ya kira-kira Rp 450.000 gitu kan. Ya mungkin karena kinerja saya juga kendalanya motor. Kemarin enggak on terus tanpa HP selama rusak ya. Cuma saya juga bingung aturannya kaya gimana. Tetapi saya bersyukur dapat ini juga,” ujarnya.
Driver ojol lainnya, Wildan, mengungkap bahwa BHR sudah direncanakan sejak era Presiden Jokowi, namun program tersebut baru terlaksana pada masa Presiden Prabowo Subianto.
“Emang udah dari dulu itu rencana para driver itu ngajuin tuh BHR itu ya. Waktu zamannya Jokowi belum ini, belum ada baru rencana. Nah, semenjak Prabowo, ya alhamdulillah, meskipun sedikit, tapi ada gitu ya,” terangnya.
Wildan berharap perusahaan aplikasi ojol memberikan BHR yang layak kepada mitra atau driver yang sudah bekerja keras. Karena, driver merasa aneh, yang mendapatkan keuntungan besar mereka yang jarang aktif akunnya.
“Cuma harapan ya kan, semuanya pengen full, jadi gimana ya, gimana lagi. udah dulu capek kerja ya. Eh pas kemarin dapet notif Rp 100.000, gimana kan ini? Merasa kaget aja lah, soalnya yang lain beda,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











