LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki Musim Tanam (MT) kedua tahun ini, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak akan menerjunkan tim penanggulangan hama penyakit lahan pesawahan (Bridgade). Hal tersebut dilakukan, untuk meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.
“Ya, di MT ke dua tahun ini kita akan terjunkan tim pembasmi hama yang telah dibentuk. Tim ini nantinya akan bertugas untuk menanggulangi serangan hama di areal pesawahan padi,” ujar Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat, Sabtu 26 April 2025.
Diharapkan, dengan keberadaan tim tersebut, angka gagal panen tanaman padi musim tanam kedua tahun ini bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga, tim ini mampu mengoptimalisasi produksi padi dan ketahanan pangan di Lebak.
“Tim pembasmi hama ini nantinya bekerja langsung ke lapangan saat menerima laporan adanya serangan hama di areal pesawahan dengan dilengkapai sarana dan prasana. Seperti, obat-obatan dan alat pembasmi hama sampai kendaraan operasional lapangan yang disediakan di setiap UPTD Pertanian di Kecamatan,” jelasnya.
Dia mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki luas 304.472 Ha terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 Ha dan lahan darat seluas 256.711,8 Ha. Dari lahan seluas 304.472 Ha itu, sebagain besar adalah kawasan pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani.
“Alhamdulilah, produksi padi setiap tahunnya selalu surus. Produksi beras tahun 2024 mencapai 379.845 ton, sementara kebtuhan beras mencapai 143.038 ton atau 11.920 ton per bulan,” katanya.
Kata dia, produksi padi di Kabupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan baik melalui strategi peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman (IP).
“Strategi pertama meningkatkan produktivitas beras melalui peningkatan produktivitas masih sangat berpeluang besar dilakukan, dimana rata-rata produktivitas aktual hasil panen petani baru mencapai 5,6 tok GKP/Ha. Sementara hasil demplot atau kaji terap 8-9 ton GKP/Ha. Artinya apabila didukung. Oleh komponent tekhnologi yang tepat dan pendampingan yang intensif, produktivitas padi masih dapat ditingkatkan,” paparnya.
Editor: Abdul Rozak











