SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah warga Kabupaten Serang mengadu kepada anggota fraksi Demokrat DPRD Banten Heri Handoko. Mereka mengadu karena baru saja kehilangan pekerjaan dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpanya.
Mereka yang kini masih belum mendapatkan pekerjaan ini pun mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk dalam membayar angsuran BPJS Kesehatan Mandiri.
Heri Handoko mengatakan, aduan itu menjadi salah satu aspirasi yang dirinya dapati saat melakukan reses di sejumlah titik. “Warga yang sebelumnya bekerja atau mampu setelah mendapatkan pemutusan PHK atau tidak bekerja menjadi tidak mampu membayar iuran bulanannya,” kata Heri, Minggu 25 Mei 2025.
Ia menerangkan, para warga itu mengharapkan adanya pemutihan angsuran BPJS Kesehatan sama seperti pajak kendaraan bermotor yang kini tengah digulirkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Hal ini kata Heri, perlu ditindaklanjuti. Karena dirinya khawatir jika warga tersebut kesulitan membayar atau bahkan hingga menunggak angsuran BPJS Kesehatan, akan berdampak dikemudian hari.
Selain itu, dirinya juga mendapati aspirasi tentang infrastruktur jalan poros desa. Warga banyak mengeluhkan akan kondisi jalan poros desa yang sempit, dan membutuhkan pelebaran.
“Lalu masalah darurat sampah, sampah-sampah banyak berserakan dimana-mana, di jalan-jalan, di kampung-kampung, masyarakat meminta solusi dari pemerintah,” ucapnya.
Dan aspirasi lainnya ialah tentang keberpihakan pemerintah daerah kepada forum guru madrasah diniyah. Para guru madrasah, kata Heri, ingin juga mendapatkan perhatian seperti halnya guru-guru di sekolah umum.
Menurut Heri, masalah-masalah itu perlu diselesaikan. Makanya, dirinya akan mencatat setiap aspirasi untuk selanjutnya disampaikan kepada Gubernur dan OPD terkait di Pemprov Banten.
Heri tidak menampik jika masalah ini bukan hanya menjadi PR bagi Pemprov saja, namun juga pemerintah daerah dan pusat. “Jadi harus ada kolaborasi antara gubernur, bupati dan pusat untuk membangun garis koordinasi. Saya yakin dengan komunikasi yang dibangun sesuatu yang sulit dapat menjadi mudah,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











