KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang mengecam aksi kekerasan yang menimpa wartawan online bernama Hafiz, oleh seorang mengaku anggota Kobam (Komando Barisan Maryono) di Festival Peh Cun.
Ketua PWI Kota Tangerang Andre Sumanegara mengatakan, hal tersebut merupakan bentul premanisme.
“Ini tindakan premanisme yang tidak bisa ditolerir. Aparat hukum harus bertindak tegas dan menangkap pelakunya, ” kata Andre dihubungi, Selasa 3 Juni 2025.
Andre mengatakan, peristiwa pemukulan terjadi pada saat wartawan sedang menjalankan tugas jurnistik. Ia menegaskan tigas wartawan dilindungi undang-undang.
Andre mengatakan, pemukulan ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang.
Menurut keterangan korban Hafiz, ia dipukul pada bagian perut, saat akan mewawancarai tim Kobam (Komando Barisan Maryono), yang keluar sebagai juara lomba perahu naga di Festival Peh Cun.
“Kejadiannya setelah final lomba perahu naga. Pada saat mau wawancara, tiba-tiba saya dihampiri orang tak dikenal dan langsung memukul bagian perut,” kata Hafiz.
Akibat kejadian itu, Hafiz mengaku langsung pulang karena merasa mual. “Saya baru bisa lapor ke Polres Metro Tangerang pada hari Senin 2 Juni 2025,” ujar Hafiz.
Salah satu saksi yang juga seorang bernama Azie, mengatakan sebelum terjadi pemukulan, ia merasa curiga atas gerak gerik terduga pelaku.
“Jadi, si terduga pelaku ini seperti orang mabuk minuman. Ia menghampiri korban untuk menanyakan nama sambil merekam video,” tandasnya.
Sesaat kemudian, pelaku langsung menyerang bagian perut korban. “Pelaku mengaku anggota Kobam, atau jaringan wakil Walikota Tangerang Maryono pada saat Pilkada 2024 lalu,’ tandasnya.
Editor: Bayu Mulyana











