LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kabupaten Lebak akan menjadi lokasi program sekolah rakyat yang merupakan program Sekolah Rakyat, salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Diketahui program ini akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025-2026 dan dilaksanakan secara gratis dengan sistem berasrama. Untuk tahap awal, kegiatan belajar mengajar akan dilangsungkan di gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Banten.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, menyampaikan, sebanyak 100 siswa akan mendapat bantuan sekolah gratis dari Kementerian Sosial (Kemensos).
“Sebanyak 100 anak telah ditetapkan sebagai calon peserta didik, ditambah dua orang cadangan. Mereka berasal dari keluarga miskin, sesuai desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, pada Selasa 17 Juni 2025.
Lela menyatakan, proses seleksi dilakukan berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Sosial. Setelah disaring, petugas Dinsos Lebak melakukan verifikasi lapangan dengan mengunjungi langsung rumah para calon peserta.
“Kami ingin memastikan mereka benar-benar layak, sekaligus meyakinkan mereka agar bersedia ikut serta dalam program ini,” ujarnya.
Setelah kunjungan selesai, penetapan resmi akan dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati pada 18 Juni 2025. Para siswa nantinya akan menempuh pendidikan gratis lengkap dengan fasilitas asrama, makan, seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya.
“Empat kelas akan disiapkan, masing-masing diisi 25 siswa. Semua kebutuhan dasar siswa sudah dipenuhi, mereka hanya perlu fokus belajar,” tuturnya.
Adapun proses pembelajaran dijadwalkan dimulai pada Juli mendatang. Untuk tenaga pengajar, Pemkab Lebak akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Dinas Pendidikan Lebak.
“Rencananya, setelah tahun pertama, Pemkab Lebak mengusulkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Panggarangan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











