LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat hingga Juni tahun 2025 menemukan 52 kasus positif HIV/AIDS. Angka tersebut jauh dibandingkan kasus HIV/AIDS 2024, yakni mencapai 146 kasus.
“Sampai April ini ada 52 kasus HIV/AIDS di Lebak. Karena itu, sebagai langkah preventif kita terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk gencar melaksanakan penyuluhan bahaya HIV/AIDS, terutama bagi kalangan pelajar dan generasi muda,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Lebak Endang Komarudin, Sabtu 21 Juni 2025.
Kasus HIV/AIDS, lanjutnya, menjadi indikasi bahwa penderita HIV/AIDS perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Sehingga, penyebaran kasus itu bisa ditekan. Untuk itu, pihaknya akan memberikan perhatian kepada ODHA (orang dengan HIV/AIDS).
Salah satu upaya dalam mencegah meluasnya HIV/AIDS di Lebak, pada tahun ini akan melakukan VCT di sejumlah lokasi yang rawan terjadinya penyebaran virus HIV/AIDS.
“Tahun ini kita belum melakukan mobile VCT untuk melakukan screening pada kelompok- kelompok berisiko,” kata pria yang juga menjabat Ketua PPNI Lebak ini.
Kata dia, penderita HIV/AIDS perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Salah satunya, yakni berupaya memberikan bantuan obat penyembuh dan makanan tambahan gizi.
“Penderita juga harus tepat waktu dalam mengonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV) dan sejauh ini kebutuhan ARV tercukupi,” ujarnya.
Selain itu, dinkes juga terus berkomunimasi dengan alim ulama di Lebak melalui MUI Lebak mengingat ulama dekat dengan masyarakat.
“Ulama dekat dengan masyarakat, bisa melalui pendekatan seperti pengajian maupun berbagai ceramah tentang bahaya HIV/AIDS,” katanya.
Editor: Mastur Huda











