CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menanggapi serius dugaan kecurangan dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2025/2026.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikbud Kota Cilegon, Suhanda menanggapi terkait munculnya dugaan praktik titipan, permainan kuota, hingga sistem zonasi yang dinilai tidak adil, Suhanda menyebut bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Apakah ini permainan atau bukan, kami belum tahu. Tapi ini akan jadi atensi kami. Kami tidak bisa men-judge langsung tanpa melihat di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Dindikbud akan turun langsung untuk mengecek situasi di lapangan guna memastikan proses SPMB berjalan sesuai ketentuan dan prinsip keadilan.
“Kami terbuka terhadap laporan masyarakat. Semua akan kami jadikan bahan evaluasi agar proses seleksi ke depan bisa lebih baik dan transparan,” tandasnya.
Sebelumnya, puluhan orang tua siswa mendatangi Kantor Walikota Cilegon dan Dinas Pendidikan untuk memprotes hasil seleksi yang dinilai tidak adil, terutama terkait sistem zonasi berdasarkan domisili.
Aris Munandar salah satu orang tua siswa yang ponakannya tidak lolos SPMB 2025 menuding adanya dugaan permainan kuota yang tidak dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
Bahkan, masyarakat yang ekonominya pas-pasan merasa terpaksa mempertimbangkan sekolah swasta yang biayanya jauh lebih mahal.
“Kita minta transparansi. Banyak orang tua yang keberatan dengan biaya sekolah swasta. Harusnya pemerintah hadir memberikan solusi, bukan malah diam,” lanjut Aris.
Selain menuntut transparansi, mereka mendesak Pemerintah Kota Cilegon untuk menambah jumlah sekolah negeri, khususnya tingkat SMP, mengingat perbandingan jumlah SD dan SMP dinilai sangat timpang.
“Jumlah SD di Cilegon sangat banyak, tapi SMP negeri sangat sedikit. Ini jadi masalah struktural yang harus segera dikaji dan dicarikan solusinya. Jangan sampai anak-anak kita jadi korban sistem yang tidak adil,” ucapnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











