PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Laman website resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang kini kembali normal setelah sebelumnya sempat diretas dengan menampilkan konten judi online (Judol) lengkap dengan promo dan panduan bermain.
Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Pandeglang Johanas Waluyo mengatakan, website resmi Pemkab Pandeglang tersebut telah dibersihkan dari peretasan konten tak pantas yang sempat muncul.
“Ya, kemarin kita sempat terkena serangan Judol, ketika ada di pencarian website pandeglangkab.go.id di Google. Alhamdulillah untuk sekarang sudah tidak ada lagi. Itu hasil kerja tim kami yang melakukan pembersihan secara manual,” ungkapnya, Kamis 10 Juli 2025.
Menurut Johanas, timnya juga menjalin koordinasi dengan pusat untuk mengatasi serangan tersebut, meski saat ini penanganan masih dilakukan secara manual karena keterbatasan alat pengamanan digital.
“Sebetulnya secara manual ya, karena kita belum punya sistem keamanan otomatis. Jadi sementara ini pembersihan dilakukan dengan membuka aplikasi, coding, dan sistem lainnya oleh tim Aptika kami,” jelasnya.
Ia mengatakan, serangan semacam ini bisa kembali terjadi kapan saja. Oleh karena itu, pihaknya tengah memperkuat koordinasi dan antisipasi melalui pelatihan keamanan siber yang akan difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Nanti ada pelatihan cyber security dari Komdigi yang akan diikuti teman-teman Aptika. Harapannya, ke depan kita bisa lebih siap menghadapi serangan seperti ini, baik dari situs judi online atau konten negatif lainnya,” katanya.
Peretasan tersebut diketahui terjadi sekitar dua minggu lalu dan berhasil ditangani dalam waktu beberapa hari. Johanas menjelaskan bahwa kadang-kadang serangan bisa hilang dengan sendirinya, namun lebih sering dibersihkan secara manual oleh tim teknis.
“Ada yang hilang sendiri, ada juga yang harus kita tangani langsung. Tapi alhamdulillah kita punya tim internal yang bisa bersihkan itu, walaupun belum menggunakan software khusus keamanan,” katanya.
Lebih lanjut, Johanas menyebut bahwa idealnya Pemkab memiliki tim keamanan siber terpadu seperti CSIRT (Computer Security Incident Response Team) atau tim terpadu dalam penanganan permasalahan siber security.
“Jadi kalau ada permasalahan terkait peretasan atau pemblokiran misalkan ada serangan dari pihak manapun, kita bisa langsung dengan tim ini bisa diselesaikan,” ucapnya.
Namun upaya kerja sama untuk menangkal peretasan itu agar lebih masif, dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih belum bisa direalisasikan lantaran terganjal anggaran.
“Kita sudah usulkan untuk kerja sama dengan BSSN, tapi memang belum terealisasi karena keterbatasan anggaran. Semoga ke depan ada alokasinya, karena membangun sistem keamanan ini butuh biaya yang cukup besar,” ujarnya.
Untuk sementara, Diskomsantik berharap melalui pelatihan yang akan diikuti timnya dengan Komdigi nanti bisa memberikan manfaat dan menjadi langkah awal membangun sistem keamanan digital yang lebih kuat.
Sebelumnya diberitakan, Situs resmi Pemerintah Kabupaten Pandeglang (pandeglangkab.go.id) mengalami serangan siber dalam beberapa hari terakhir.
Akibatnya, hasil pencarian Google justru menampilkan konten judi online lengkap dengan promo dan panduan bermain, padahal jika situs diklik langsung, halaman utama masih aman.
Editor: Mastur Huda











