LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah Lebak Selatan. Kondisi tersebut membuat sejumlah nelayan tradisional di kawasan Pantai Cihara, Kabupaten Lebak, yang terpaksa menghentikan sementara aktivitas dalam mencari ikan di laut.
Para nelayan hanya bisa pasrah dan lebih memilih untuk menyandarkan perahu mereka di bibir pantai serta memperbaiki jaring ikan yang rusak sambil menunggu cuaca kembali normal.
Anwar, nelayan Cihara mengatakan, bahwa sejak sepekan terakhir ini sejumlah nelayan terpaksa tidak ada yang melaut, mengingat gelombang tinggi dan angin kencang yang masih melanda di kawasan tersebut.
“Sudah seminggu ini kami tidak melaut karena sekarang ombaknya lagi gede ditambah anginnya juga kencang,” kata Anwar, kepada RADARBANTEN.CO.ID, saat berada di pesisir Pantai Cihara, Jumat 11 Juli 2025.
Anwar menjelaskan, para nelayan di kawasan itu hanya melakukan aktivitas, seperti memperbaiki perahu serta jaring ikan yang biasa mereka gunakan untuk menangkap ikan setiap hari di laut, mengingat tidak ada pekerjaan lain selain menjadi nelayan.
“Ya kalau lagi cuaca seperti ini sih paling kita ngebetulin jaring ikan. Gimana ya, soalnya enggak ada kerjaan lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anwar menuturkan, akibat kondisi cuaca ekstrim itu dirinya mengaku hanya bisa pasrah meski penghasilannya menurun signifikan. “Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ya kita seadanya saja,” katanya.
Sementara Oji, ketua paguyuban nelayan setempat menyampaikan, ada juga nelayan yang memaksa melaut dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat meskipun hasilnya nihil.
“Ada juga mereka itu memaksa melaut, tetapi itu juga tidak berhasil mendapatkan ikan karena kondisi cuaca lautnya seperti ini,” pungkasnya.
Ia menambahkan, para nelayan berharap agar dapat segera bisa melaut kembali, mengingat bekal untuk kebutuhan sehari-hari sudah mulai menipis.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











