LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Puluhan hektare sawah milik petani di dua desa di wilayah Kabupaten Lebak tepatnya Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur dan Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Jumat 8 Agustus 2025. Terendamnya sawah oleh banjir, diduga sebagai dampak dari proyek pembangunan Tol Serpan.
Kejadian ini menambah keresahan para petani yang khawatir hasil pertanian mereka akan gagal panen akibat banjir yang datang begitu tiba-tiba.
Menyikapi keluhan warga dan petani, Muhammad Albagir, perwakilan Humas Wika Serpan, menyampaikan mengenai banjir yang merendam sawah di wilayah Kabupaten Lebak, bersama ini kami sampaikan bahwa tim teknis telah melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Kami menemukan bahwa saluran box culvert dalam kondisi normal, tanpa sedimen yang menghambat aliran air. Saluran samping tol juga tidak mengalami genangan signifikan yang dapat memicu banjir. Selain itu kenaikan muka air di luar area tol disinyalir menjadi faktor utama genangan pada lahan pertanian warga,” terang Albagir kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 8 Agustus 2025.
Albagir menambahkan, dengan demikian, berdasarkan hasil verifikasi teknis di lapangan, tidak ditemukan indikasi bahwa sistem drainase proyek Tol Serpan menjadi penyebab banjir.
“Kami tetap berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dinas teknis dan pemerintah daerah, guna memastikan fungsi infrastruktur berjalan optimal serta menghindari dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Sementara itu, Salah seorang petani, Erus warga Kampung Sadang, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak mengatakan, kondisi itu telah berlangsung sejak pembangunan jalan tol Serang- Panimbang.
“Ini gara-gara jalan tol. Airnya jadi enggak lancar. Kayaknya gorong-gorong di seberang tol itu enggak diurus, jadi air enggak bisa turun dan akhirnya sawah kami kaya danau,” kata Erus usai meninjau sawahnya.
Erus juga mengungkapkan bahwa sejak adanya tol, hasil panen menurun drastis hingga 70 persen. Dirinya menyebut, seharusnya saat ini padi miliknya sudah mendekati masa berbuah.
“Kalau enggak kena air, seharusnya padi ini sudah berbuah di usia tiga bulan. Tapi karena genangan air, tanamannya jadi busuk. Hujan sedikit saja, air langsung naik dan sawah terendam lagi,” ungkapnya..
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











