SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang melakukan sosialisasi secara masif untuk rencana pembangunan program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Serang.
Langkah tersebut penting dilakukan agar masyarakat mengetahui secara menyeluruh terhadap program terarbut sehingga mengetahui manfaat yang akan didapatkan oleh masyarakat dengan keberadaan program PSEL di sekitar lingkungan mereka.
Selain itu, peogram tersebut dinilai mampu menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Serang sekaligus menyediakan energi listrik.
Ratu Zakiyah mengatakan, sengaja menggelar rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang untuk meminta saran untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Serang husunya dukungan untuk pelaksanaan program PSEL.
“Memang untuk PSL ini karena memang target dari pemerintah pusat itu insyaallah akan dilakukan di 2026 dan memang yang kita akan fokuskan itu menyiapkan lahan,” katanya, Senin 11 Agustus 2025.
Zakiyah mengungkapkan, ada dua lokasi yang rencananya dapat dijadikan sebagai lahan untuk PSEL, yakni di Desa Luwuk, Kecamatan Gunungsari dan Desa Angsana, Kecamatan Mancak.
Dimana skema untuk pembebasan lahannya ialah dengan melakukan ruislagh atau tukar guling dengan PT KSI. “Jadi jika itu sudah selesai artinya bahwa tanggung jawab kita untuk lahan itu insyaallah sudah selesai. Target bisa selesai untuk lahan ini insyaallah kami maunya 2025 akhir ini bisa selesai ya pengurusan untuk ruslahya,” ujarnya.
Zakiyah meminta agar pelaksanaan sosialiasai kepada masyarakat dilakukan dengan masif sehingga nantinya, masyarakat benar-benar tahu manfaat adanya PSEL di wilayah mereka.
“Sosialisasi sedang berproses, yang jrlas kita mau agar sosialisasi dimasifkan ke masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, nantinya setelah pembebasan lahan selesai, pembangunan PSEL akan dilakukan di tqhun 2026 dan memutuhkan waktu selama dua tahun hingga bisa mulai dioperasikan.
“Kurang lebih 2 tahun persiapan PSL sampai bisa digunakan. Ini bisa menyelesaikan perosalan sampah karena karena memang kita butuh nanti di PSEL itu butuh 1200 ton sampah per hari,” ungkapya.
Nantinya, untuk alternatif penanganan jangka pendeknya sambil menunggu proses pembebasan lahan dan pembangunan selesai, pihaknya akan meminta agar desa-desa di Kabupaten Serang melakukan penanganan sampah dengan baik.
“Kami sudah memberikan surat edaran kepada seluruh kepala desa untuk mengelola sampahnya masing-masing di desa. Karena memang dari anggaran desa itu ada yang bisa digunakan untuk pengelolaan sampah, untuk pengelolaan lingkungan,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











