SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang menjadi salah satu desa di Indonesia sebagai pilot project program Survailans Berbasis Masyarakat (SBM).
Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk menggerakkan masyarakat desa dalam penanganan penyakit menular.
Ada tiga wilayah yang jadi pilot project program ini. Yakni di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Khsusus di Banten, Desa Lebakwana menjadi lokasi percontohan yang difasilitasi oleh Sub Recipient (SR) Penabulu STPI Banten, sebuah lembaga yang konsen dalam eliminasi TBC.
Pimel Koordinator SR Banten, Tb Deni Faisal Hasyim mengatakan, SBM bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terkait penanganan kesehatan. Program ini lebih kepada melakukan deteksi dini sehingga menghindari terjadinya wabah.
“Ada 24 jenis penyakit menular, termasuk di dalamnya TBC, DBD, Campak, Rabies, dan penyakit lainnya,” katanya kepada Radar Banten di UPT Puskesmas Kramatwatu, Rabu 13 Agustus 2025.
Deni menjelaskan, Forum SBM mencakup seluruh unsur yang ada di desa. Seperti tokoh masyarakat, perangkat desa, kader Posyandu, RT/RW, dan unsur masyarakat lainnya. “Ini merupakan program dari Kemendes PDT dan Kemenko PMK,” ujarnya.
Koordinator Forum SBM Desa Lebakwana, Nur Hikmah menyampaikan, ada 28 relawan yang sudah mendapatkan pelatihan dari SR Penabulu STPI Banten. Setelah itu para relawan akan terjun ke masyarakat untuk melakukan identifikasi penyakit menular.
“Ketika menemukan ada penyakit menular, kita laporkan kepada petugas kesehatan. Kemudian juga mengidentifikasi dan melakukan mitigasi agar tidak terjadi wabah,” ujarnya.
Kepala UPT Puskesmas Kramatwatu, dr Fenny Sunarsih mengatakan, kasus penyakit menular di Kecamatan Kramatwatu cukup tinggi. Pada tahun ini, kasus TBC ada sebanyak 128 kasus. “Khusus di Desa Lebakwana ada 23 kasus TBC, kemudian untuk DBD ada 35 kasus,” katanya.
Dengan adanya Forum SBM, pihaknya merasa terbantu karena dapat menggerakan partisipasi masyarakat dalam melakukan penanganan penyakit menular. “Memang sangat diperlukan peran serta masyarakat, kami sangat merasa terbantu dengan adanya program ini,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











