CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dalam menyikapi isu pembangunan rumah ibadah di Kota Cilegon.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Pelantikan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon di Hotel Sukma, Rabu 20 Agustus 2025.
Menurut Robinsar, persoalan rumah ibadah di Cilegon merupakan isu yang sensitif dan membutuhkan kehati-hatian.
Ia menekankan bahwa komunikasi menjadi kunci agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kita ketahui bersama perihal rumah ibadah di Cilegon adalah hal yang sensitif. Prinsipnya kita terus mengkomunikasikan kepada seluruh pihak. Intinya komunikasi diutamakan agar tidak ada mis, ketika ada sesuatu harus dibuka selebar-lebarnya supaya tidak menjadi persepsi negatif,” ujar Robinsar.
Ia menambahkan, FKUB memiliki peran penting sebagai wadah dialog dan penyaring aspirasi umat beragama sebelum sampai ke pemerintah. Dengan demikian, setiap persoalan bisa dibicarakan secara terbuka demi tercapainya solusi yang adil.
“FKUB menjadi wadah semua agar menyaring ketika lari ke kami, agar clear semua. Bicara hak beribadah kita sama-sama sadar, hanya saja ada beberapa poin yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ucapnya.
Robinsar juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah permasalahan rumah ibadah di Cilegon agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengambilan keputusan.
“Soal sejarah kita harus dalami, takutnya saya salah juga,” imbuhnya.
Editor: Abdul Rozak











