CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID–Sertifikasi halal bagi pelaku usaha kuliner di Kota Cilegon rupanya masih jauh dari rampung.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, Didin Supriatna Maulana, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada pelaku usaha yang mengajukan sertifikasi halal melalui dinasnya.
“Sudah ada satgas saya termasuk juga, khusus dikaitkan untuk perizinan halal, nanti kita mau turun, ada 11 dapur yang sudah ada kita akan turun ke sana kemudian dampingi agar segera memproses sertifikasi halal,” ujar Didin saat diwawancarai Radar Banten, Kamis 9 Oktober 2025.
Didin menyebut, banyak pelaku usaha kuliner belum memahami alur pengurusan sertifikat halal. Bahkan, dari pantauan pihaknya, sebagian besar belum menyelesaikan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)—syarat utama sebelum pengajuan halal.
“Belum tau saya, apakah sudah atau belum, tapi indikasi nya kalo SLHS ajh belum apalagi halal, karena kan SLHS dulu baru halal, Itu semua harus ada semuanya, tinggal nanti kita dampingi agar cepat buat sertifikat halal,” ungkapnya.
Didin menambahkan, Dinas Koperasi dan UMKM telah menyiapkan pendamping halal untuk memfasilitasi pelaku usaha yang ingin mengurus sertifikasi.
“Kan kita ada pendamping halal yah, sementara ke pendamping halal yang ada di kita belum, makanya rencananya kita mau turun,” jelasnya.
Menurut Didin, biaya pengurusan sertifikasi halal bervariasi tergantung skala usaha, untuk MBG sendiri termasuk kedalam tipe usaha catering.
“Berbayar, tapi langsung ke halal, kita hanya mendampingi , persyaratan dan lainya tapi bayarnya Langs ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), kalo untuk usaha Catering itu Rp5 jutaan, kalo UMKM itu gratis dan itu langsung ke kas negara,” terangnya.
Rencananya, tim dari dinas akan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat untuk memastikan 11 dapur yang telah terdata memenuhi standar halal.
“Tahapannya kita nanti datang ke lapangan nanti didaftarkan,kira cek langsung ke lapangan sampai ke siswa pengajian itu harus halal semua dan itu semua ada indikatornya,” tutup Didin.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











