SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tumpukan limbah medis B3 menimbulkan bau menyengat di lapangan kosong Lingkungan Graha Walantaka, RT 022 RW 005, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Warga khawatir limbah berbahaya dan beracun itu mencemari lingkungan serta memicu penyakit.
Ketua RT 022 Agus Suherman mengaku mendapat desakan dari warga agar limbah medis B3 segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
“Warga terus mendesak supaya limbah medis itu segera dipindahkan. Kalau dibiarkan, bisa mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan,” ujar Agus, Senin (20/10/2025).
Menurut warga, limbah medis B3 itu dibawa menggunakan truk pada Jumat malam, 10 Oktober 2025. Keesokan harinya, warga yang biasa memilah sampah menemukan tumpukan benda mencurigakan di lokasi.
“Awalnya dikira rongsokan, tapi setelah dilihat ternyata banyak suntikan dan alat medis,” jelas Agus
Setelah menerima laporan, Agus langsung memeriksa lokasi dan menemukan berbagai jenis limbah medis B3, seperti suntikan bekas, selang infus, kantong darah, pakaian medis, tabung vacutainer, hingga peralatan laboratorium.
“Saya langsung lapor ke Pak RW untuk koordinasi karena jumlahnya banyak,” katanya.
Limbah medis itu mengeluarkan bau menyengat, terutama setelah diguyur hujan.
“Saya sempat rekam video, tapi enggak tahan lama-lama karena bau darah dan obatnya kuat sekali,” ungkap Agus.
Petugas kepolisian kemudian datang ke lokasi pada Senin malam, 13 Oktober 2025, dan memasang garis polisi di dua titik. Petugas juga memasang spanduk peringatan agar masyarakat tidak mendekat ke lokasi karena berbahaya.
“Kami sudah minta warga untuk menjauh dari area limbah,” tambahnya.
Hingga kini, Agus belum menerima laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat keberadaan limbah tersebut. Namun, warga tetap mendesak agar pemerintah segera menanganinya.
“Sekarang belum ada warga yang sakit, tapi kalau dibiarkan limbah ini bisa meresap ke tanah dan mencemari air. Dari informasi yang saya baca, limbah B3 bisa menyebabkan penyakit serius seperti kanker. Kami berharap pemerintah cepat bertindak,” tegas Agus.
Warga Walantaka berharap instansi terkait segera membersihkan limbah medis B3 itu sebelum menimbulkan dampak kesehatan lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Editor: Aas Arbi











