PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pandeglang menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih rampung pada akhir tahun 2025. Saat ini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 25 persen.
Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Ahli Pratama Diskan Pandeglang, Hernika Simanjuntak, menyebut program tersebut merupakan salah satu prioritas nasional di sektor perikanan tangkap.
“Program ini bagian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Di Pandeglang, satu lokasi sedang dibangun di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik,” ungkapnya, Senin 20 Oktober 2025.
Hernika menjelaskan, KKP menangani langsung pendanaan dan teknis pelaksanaan, sedangkan Diskan Pandeglang berperan dalam pemantauan dan pendampingan di lapangan.
“Pelaksananya KKP, kami fokus mengawasi progresnya,” jelasnya.
Diskan menargetkan proyek tersebut selesai pada Desember 2025. Selain pembangunan fisik, pihaknya juga aktif mengedukasi nelayan agar menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.
“Kami terus sosialisasi agar nelayan tidak merusak habitat laut. Tujuannya supaya ikan dan cumi tetap lestari,” kata Hernika.
Ia menegaskan, sejauh ini belum ada regulasi khusus bagi nelayan lokal di Pandeglang.
“Kami masih mengikuti aturan dari KKP,” ujarnya.
Menurut Hernika, cuaca ekstrem menjadi tantangan utama yang kerap menghambat aktivitas melaut.
“Saat cuaca buruk, nelayan terpaksa berhenti melaut demi keselamatan. Akibatnya hasil tangkapan menurun,” ucapnya.
Diskan Pandeglang juga memberi kesempatan kepada nelayan untuk mengajukan bantuan alat tangkap melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB).
“Nelayan cukup membuat proposal dan ajukan ke kami. Nanti kami rekomendasikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga kini belum ada inovasi baru dalam teknologi penangkapan ikan di Pandeglang.
“Nelayan kita masih mengandalkan cara tradisional yang justru terbukti efektif,” pungkasnya.
⸻
Reporter: Moch Madani Prasetia











