CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon kembali menuai sorotan.
Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan menilai pendapatan retribusi parkir yang disetorkan ke kas daerah tidak mencerminkan potensi sebenarnya di lapangan.
Sorotan itu muncul setelah Rizki melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor UPT Perparkiran, Kamis 23 Oktober 2025. Politisi Partai Golkar itu mengaku menemukan banyak kejanggalan dalam pengelolaan parkir di Kota Cilegon.
“Saya sidak ke Dishub Cilegon, UPT Parkir. Dari hasil temuan memang saya menyarankan ke Wali Kota agar mengevaluasi total UPT Parkir Dishub Cilegon,” terang Rizki dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Banten, Jum’at 24 Oktober 2025.
Menurut Rizki, retribusi yang masuk ke kas daerah tidak masuk akal. Dari 30 titik parkir resmi yang dikelola pemerintah, setoran harian hanya berkisar Rp250 ribu per hari.
“Itu tidak sebanding dengan potensi real di lapangan. Ada indikasi kuat kebocoran sektor retribusi. Harusnya bisa menembus angka belasan juta per hari,” ujar Rizki.
Rizki juga mengkritisi sistem pungutan retribusi yang masih dilakukan secara manual serta minimnya pengawasan petugas di lapangan. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang terjadinya praktik penyimpangan.
“Seolah OPD penghasil menutup mata terhadap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hilang setiap hari,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyebut banyak titik parkir liar belum terdata. Perbedaan tarif dan waktu kolekting retribusi yang tidak seragam turut memperburuk situasi.
“Nanti Kepala Dishub akan kita panggil. Kami inginnya semua digitalisasi dan dioptimalkan kembali. Titik liar harus terdata dan tarif harus masuk akal sesuai potensi lapangan,” tutur Rizki.
Ia menekankan agar Dishub segera melakukan pembenahan jajarannya. Peringatan keras pun dilayangkan langsung untuk memastikan pengelolaan parkir di Kota Cilegon berjalan lebih transparan dan akuntabel.
“Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut. Retribusi parkir adalah salah satu sektor penting penopang PAD,” tutupnya.
Editor: Mastur Huda











