CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Informasi hangusnya Honor Daerah (Honda) triwulan keempat tahun 2024 terus menuai reaksi.
Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Cilegon menyatakan masih banyak guru madrasah yang berhak atas Honda tersebut dan berharap pemerintah mencari solusi agar hak yang tertunda bisa tetap dicairkan.
Ketua FKDT Kota Cilegon Ahmad Jajuli mengatakan ribuan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) kini masih menunggu kepastian, terlebih informasi yang diterima para guru di tingkat bawah masih simpang siur.
“Harapannya kami mewakili guru-guru, karena masih banyak yang berhak. Agar itu dicarikan, harapannya itu bisa dicarikan honor yang tertunda,” ujar Jajuli kepada Radar Banten, Senin 27 Oktober 2025.
Menurutnya, berbagai pertanyaan mengenai nasib honor tertunda terus berdatangan dari para guru madrasah.
“Karena memang di bawah banyak yang menanyakan. Cuma kita belum tahu informasi. Nanya misal, pak ketua bisa ga honor yang tertunda itu dicairkan? Ada yang nanya kabar honor itu,” jelasnya.
FKDT mengaku belum ada komunikasi lanjutan dari Pemerintah Kota Cilegon terkait nasib Honda yang hangus akibat defisit anggaran.
“Kami belum ada komunikasi kembali dengan Pemerintah Kota Cilegon. Cuma informasi yang saya serap itu anggarannya dipakai buat bayar utang yang dulu,” ungkapnya.
Jumlah penerima Honda dari kalangan guru madrasah tidak sedikit. Jajuli merinci setidaknya terdapat lebih dari seribu penerima dari MDT, belum termasuk madrasah tingkat tsanawiyah.
“Kalo guru madrasah diniyah itu yang harusnya menerima hak itu sekitar 1.500 orang. Kalo sama yang tsanawiyah itu sekitar 2.000-an,” terang Jajuli.
Reporter : Adam Fadillah











