SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena supermoon atau bulan purnama penuh masih dapat dilihat di wilayah Banten pada malam hari ini, Kamis 6 November 2025.
Namun, dibalik keindahannya, terdapat ancaman bahaya dari fenomena ini. Dimana, fenomena supermoon ini memicu kenaikan tinggi laut.
Bahkan, beberapa daerah di Banten berpotensi diterjang banjir rob dampak dari fenomena Supermoon ini. Banjir rob itu diprediksi dapat terjadi diseluruh pesisir wilayah pantai di Banten.
“Adanya fenomena bulan purnama pada saat saat ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Hartanto.
Berdasarkan pantuan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi terjadi di wilayah pesisir pantai Utara Tangerang tepatnya Kecamatan Teluk Naga dan Kecamatan Kosambi pada tanggal 6 sampai 11 November dan 19 sampai 27 November.
Lalu perairan Serang Utara tepatnya Kecamatan KAsemen, Pontang dan Tirtayasa pada 7 sampai 23 November.
Selat Sunda bagian Utara, Kecamatan Pulomerak, Ciwadan pada 7 sampai 8 November. Pesisir Selat Sunda Barat Pandeglang, Kecamatan Labuan pada 5 sampai 10 November dan 20 sampai 23 November.
Lalu pesisi Selatan Pandeglang, Kecamatan Cikeusik tanggal 4 sampai 11 November dan 18 sampai 25 November. Juga pesisi Selatan Lebak, Kecamatan Bayah pada tanggal 4 sampai 11 November dan 18 sampai 25 November 2025.
Fenomena ini disebut dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuan dan pesisi, aktivitas petani aram dan perikanan darat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memerhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” pungkasnya.
Editor Daru Pamungkas









