LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Aktivitas galian tanah di wilayah Curugbitung semakin memicu ketegangan dan keresahan warga. Setelah hujan turun, jalan Maja-Curugbitung, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak yang dilalui truk pengangkut tanah berubah menjadi licin dan berlumpur.
Kondisi ini tak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga telah memakan korban. Seorang pengendara roda dua dilaporkan terjatuh akibat kondisi jalan yang sangat licin imbas tumpahan tanah dari truk galian.
Merespons kondisi tersebut, Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) menyatakan sikap keras. Imala menilai bahwa kondisi yang sudah mencelakai warga adalah bukti bahwa pemerintah harus segera turun tangan.
“Ketika jalan berubah menjadi kubangan lumpur setelah hujan, ketika pengendara jatuh karena licin, itu artinya aktivitas galian ini sudah membahayakan publik,” tegas Pengurus Pusat Imala, Sapnudi, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 15 November 2025.
“Negara tidak boleh diam. IMALA mendesak Bupati Lebak untuk segera menutup galian tanah di Curugbitung sebelum jatuh korban lebih banyak,” sambungnya.
Sapnudi juga menambahkan bahwa keresahan masyarakat sudah mencapai titik jenuh. Mereka bukan hanya dirugikan dari sisi kenyamanan, tetapi kini keselamatan nyawa ikut dipertaruhkan.
“Ini bukan lagi sekadar protes lingkungan ini tuntutan keselamatan masyarakat. Jika pemerintah tidak bertindak, masyarakat bisa menilai bahwa negara tidak hadir,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan perjuangan, IMALA bersama masyarakat Curugbitung akan menggelar aksi massa di Pendopo Lebak dalam waktu dekat. Aksi tersebut bertujuan mendesak Bupati Lebak untuk turun langsung ke lokasi.
Sapnudi berharap pemerintah membuka mata, mengenai kondisi nyata di lapangan. Jalan-jalan desa yang licin, truk-truk besar yang terus melintas.
“Debu dan lumpur yang tak kunjung berhenti, hingga kecelakaan yang terjadi, semuanya menjadi bukti bahwa aktivitas galian ini sudah tidak layak dilanjutkan,” pungkasnya.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











