SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Banten Iwan Rahayu mendesak kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk melakukan upaya dalam mempercepat pemerataan pendidikan di Provinsi Banten ini.
Bukan tanpa alasan, Iwan melihat jika masih terdapat ketimpangan atas kualitas sekolah-sekolah di Tanah Jawara ini. Seperti sarana dan prasana kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tidak memadai, atau bahwa akses ke lingkungan sekolah.
“Kita dukung sekolah gratis. Tapi faktanya masih banyak sekolah negeri kekurangan ruang kelas, meubeler, ruang praktik, dan perpustakaan. Standar kualitas sekolah harus sama di seluruh Banten,” ujar Iwan, Minggu 23 November 2025.
Ia menegaskan bahwa solusi utama krisis daya tampung bukan hanya lewat kerja sama sekolah gratis dengan swasta, tetapi memperkuat kembali peran sekolah negeri sebagai tulang punggung pendidikan menengah di Banten.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan telah menjadi program prioritas pihaknya selama lima tahun kedepan.
Sejumlah Unit Sekolah Baru (USB) pun akan dibangun, salah satunya SMAN 9 Kota Serang yang kini progres pembangunannya sidah 70 persen.
Andra Soni menegaskan bahwa langkah pembangunan USB adalah strategi utama mengatasi kesenjangan daya tampung. Dirinya memastikan jika tidak akan ada lagi siswa yang putus sekolah hanya karena tidak kebagian kursi di sekolah negeri.
“Jumlah lulusan SMP terus naik, tapi daya tampung SMAN/SMKN belum seimbang. Karena itu selain bangun sekolah baru, kami jalankan kerja sama sekolah gratis dengan swasta,” kata Andra.
Editor Daru Pamungkas











