CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Keputusan Wali Kota Cilegon Robinsar memberhentikan Maman Mauludin dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon menuai sorotan. Kritik datang dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Cilegon yang menilai langkah tersebut tidak sepenuhnya didasarkan pada profesionalitas.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kota Cilegon, Ahmad Aflahul Aziz, menyebut terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses pemberhentian tersebut, terutama terkait waktu keluarnya rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan keputusan resmi pemberhentian.
“Pertama, surat rekomendasi dari BKN keluar tanggal 17 November, tapi pemberhentian baru pada 1 Desember, hanya beberapa hari setelah APBD 2026 disahkan,” ujarnya.
Menurut Aflahul, momentum tersebut memunculkan dugaan adanya pengaturan tertentu dalam proses pergantian Sekda. “Seolah-olah ada setingan agar Plt baru ada setelah Anggaran 2026 disahkan,” katanya.
Ia juga mempertanyakan urgensi pergantian tersebut mengingat Maman akan memasuki masa pensiun pada Juli 2026.
“Maman pun sebagai ASN akan pensiun di Juli 2026, hanya tinggal beberapa bulan lagi. Ada apa dari keputusan yang diam-diam dan terburu-buru ini? Ini seolah menunjukkan ada kepentingan yang terhalangi jika Sekda masih diduduki oleh Maman,” ujarnya.
Aflahul menilai pemberhentian beberapa bulan sebelum masa pensiun merupakan tindakan yang tidak manusiawi.
“Keputusan memberhentikan Maman hanya beberapa bulan sebelum pensiun juga bagi saya terkesan tidak memanusiakan manusia,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD Kota Cilegon tidak pernah menerima tembusan atau pemberitahuan terkait rencana penggantian Sekda tersebut.
“Saya juga tak pernah mendengar jika DPRD sebagai salah satu lembaga penyelenggara negara mendapatkan tembusan tentang rencana pergantian Sekda. Semua itu mengindikasikan keputusan pemberhentian ini kental dengan kepentingan politik dan pihak tertentu,” ungkapnya.
Aflahul berharap Pemkot Cilegon mengedepankan profesionalitas dan transparansi dalam setiap keputusan, terutama menyangkut pergantian pejabat tinggi pratama.
“Saya berharap pergantian Sekda murni berasaskan profesionalitas, bukan hanya dalam memberhentikan Pak Maman, tapi juga dalam memilih sosok penggantinya,” tandasnya.***











