KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi curah hujan tinggi pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Upaya ini merupakan respons atas prakiraan BMKG yang menyebutkan intensitas hujan bulanan berpotensi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa.
Kepala SDABMBK Tangsel, Robbi Cahyadi, mengatakan bahwa penanganan titik rawan banjir menjadi fokus utama tahun ini. Lebih dari separuh anggaran dinas dialokasikan khusus untuk pengendalian banjir. Sejumlah kawasan prioritas seperti Pondok Maharta, Kampung Bulak, dan Paku Jaya kini menunjukkan progres pengerjaan yang mendekati rampung.
“Antisipasi intensifikasi hujan telah dilakukan melalui pengadaan stasiun pompa dan penyelesaian infrastruktur turap. Kombinasi pompa, turap, dan pintu air diharapkan dapat bekerja efektif membuang air dari lingkungan permukiman menuju saluran pengendali banjir,” ujar Robbi, Selasa 9 Desember 2025.
Namun, Robbi mengingatkan bahwa ancaman cuaca ekstrem tetap berpotensi menimbulkan dampak meski infrastruktur terus diperkuat. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama bersiap menghadapi potensi hujan ekstrem pada Desember hingga Januari. Kebersihan saluran air di sekitar rumah menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan,” tambahnya.
Pemkot Tangsel juga memastikan seluruh perangkat operasional siap menghadapi puncak musim hujan. Sebanyak 120 unit pompa telah disiagakan dan dapat dioperasikan sewaktu-waktu, didukung lebih dari 100 personel yang bertugas 24 jam untuk memantau rumah pompa, pintu air, dan membantu penanganan kedaruratan. Alat berat serta pompa mobile turut disiapkan untuk pengerahan cepat di lapangan.
Robbi mengakui sejumlah kendala masih ditemui, seperti keterbatasan material pembangunan pada akhir tahun, terutama material split dan turunannya. Meski begitu, percepatan pekerjaan terus diupayakan agar seluruh infrastruktur dapat berfungsi optimal saat curah hujan meningkat.
Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa fenomena La Nina lemah dan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif menjadi faktor yang memperkuat potensi meningkatnya curah hujan pada pekan kedua Desember hingga awal Januari. Sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan diprediksi mengalami hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi.***











